Untuk pembangunan skywalk, lanjut Epit, jumlah anggarannya cukup besar. Dalam RAB awal angkanya mencapai 1,2 miliar, sehingga skywalk terhitung salah satu item pembangunan yang membutuhkan anggaran besar dalam lanjutan tahap dua nanti.
Namun, pembangunan skywalk ini belum bisa dirinci karena masih menunggu proses pelelangan.
Kemudian dalam pengerjaan tahap dua nanti pihaknya juga membutuhkan banyak material kerikil, pasir dan tanah humus untuk mencegah terjadinya genangan air di permukaan rumput yang akan ditambah setinggi 20 cm.
Selain itu ada batuan andesit yang juga digunakan sebagai tegel pada pendestrian dan joging trek karena tekstur permukaannya yang kasar sehingga anti slip (tidak licin).
Selanjutnya akan dibangun kursi taman, tempat duduk tribun dan beberapa pohon bunga untuk mempercantik Natas Labar.
“Khusus untuk tempat duduk akan dibangun dengan keramik pada bagian tribun. Memang saat ini kelihatannya masih kosong tetapi ke depan akan ada tempat duduk tribun yang dibuat dengan keramik. Dan, luasnya sekitar 40×40,” ujar Epit.
Sementara untuk penambahan akses jalan masuk dan tempat upacara pihaknya sangat memprioritaskan itu, agar Natas Labar tidak hanya dilihat sebagai tempat rekreasi. Tetapi, bisa digunakan untuk upacara kenegaraan, baik upacara hari pendidikan, hari kemerdekaan maupun hari besar keagamaan, seperti jumat agung.
Meski tidak untuk digunakan tahun ini, Epit berharap tempat upacara itu sudah bisa digunakan pada tahun 2025.
“Pengerjaannya baru mulai bulan Juli, tidak mungkin Agustus kita sudah pakai. Kita buat sekarang supaya bisa digunakan untuk tahun 2025 dan seterusnya. Kalau tidak dibangun seperti itu maka upacara kenegaraan terpaksa kita lakukan di Stadion terus,” ungkap Epit
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan