Menurutnya, perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, lembaga pendidikan, dan lembaga keagamaan.
“Kami mengapresiasi inisiatif Paroki St. Nikolaus Golodukal yang menghadirkan ruang pembinaan iman sekaligus edukasi tentang perlindungan anak. Gereja memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kasih, penghormatan terhadap martabat anak, serta mencegah segala bentuk kekerasan terhadap anak. Melalui kolaborasi seperti ini, kita berharap semakin banyak lingkungan yang benar-benar ramah anak sehingga setiap anak dapat tumbuh, berkembang, terlindungi, dan berpartisipasi secara optimal,” ujar Yasinta Aso.
Selain Perayaan Ekaristi, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi perlindungan anak sebagai upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap anak.
Melalui kolaborasi antara Gereja, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, peringatan Hari Anak Nasional di Paroki St. Nikolaus Golodukal diharapkan semakin memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak, melindungi hak anak, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sebagai generasi penerus Gereja, masyarakat, dan bangsa.
j
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











