Ruteng, infopertama.com – Klemens Malis, Anggota DPRD Manggarai Partai Demokrat yang diketahui berasal dari Kampung Ruwat, Desa Mata Wae dikecam oleh tua gendang di kampungnya usai dirinya bersama rekan-rekan anggota Badan Anggaran (Banggar) melakukan pemangkasan jumlah dana rencana Revitalisasi Rumah Gendang di Manggarai.
Tua gendang Ruwat, Stefanus Galus, Frans Salut bersama Aloisius Mbabu asal desa Mata wae kepada media, mengaku keputusan tim Banggar DPRD Manggarai telah mencederai aspirasi masyarakat adat Manggarai termasuk masyarakat gendang Ruwat.
“Gendang Ruwat saat ini sangat membutuhkan Rumah Gendang, harus bangun baru karena di sini tidak ada rumah gendangnya,” jelas Tua gendang Ruwat kepada swara net, melalui sambungan telepon, pada Kamis, 21 November 2024 pagi.
Ia juga menegaskan, ketika ada anggota DPRD yang berasal dari wilayahnya yang menolak pembangunan rumah gendang yang menjadi program pemerintah saat ini dipastikan tidak mewakili masyarakat namun dia mewakili partainya.
“Klemens Malis kalau tidak setuju itu artinya dia tidak mewakili kami masyarakat, dia hanya mungkin mewakili partainya saja. Tapi, karena dia anggota DPRD seharusnya dia tahu bahwa kami termasuk dia di Ruwat sangat membutuhkan pembangunan rumah gendang,” tegasnya.
Mereka berjanji, dalam waktu dekat akan mendatangi DPRD Manggarai menemui Klemens Malis dan Anggota DPRD lainnya tuk memastikan keputusan Banggar DPRD sesuai dengan rencana pemerintah.
“Kami yang tinggal di kampung sangat membutuhkan rumah gendang dengan segala fungsinya. Jangan karena dia saja yang tinggal di tempat lain membuat keputusan yang keliru seolah-olah keberadaan rumah Gendang itu tidak penting dan mendesak.” Tegas mereka via sambungan telepon.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











