Musrenbang RKPD Tingkat Kecamatan Cibal Bahas Wae Naong dan Rembuk Stunting

Terkait Wae Naong jelasnya, konsep yang akan dijalankan adalah terkait persoalan ekonomi. Secara ekonomi ada kaitannya dengan pendidikan, kesehatan, perlindungan anak, perlindungan perempuan dan lainnya.

Ia berharap setiap desa yang masuk atau bersentuhan langsung dengan kawasan pertumbuhan ekonomi baru Wae Naong dapat memiliki keunggulan di masing-masing desa.

“Misalkan dari desa Rado, ada keunggulan hortikultura. Sehingga orang tahu ada sayur dijual di Ruteng atau kecamatan lainnya, itu berasal dari desa Rado,”ujarnya.

“Begitu juga masukan dari dinas peternakan yang akan melihat desa mana yang bisa memiliki potensi pengembangan ternak. Ternak jenis apa yang pas untuk dikembangkan,” tambahnya.

Sementara Sekretaris dinas Pertanian Laurensius A. laot, menyebutkan dari 8 desa yang bersentuhan langsung dengan kawasan pertumbuhan ekonomi baru ini, yang akan dikembangkan adalah pertanian tanaman pangan khususnya padi sawah.

“Beberapa tahun sebelumnya kita sudah pernah buka kawasan ini, mulai dari Ladur, Barang dan Pinggang itu ada cetak sawah baru di sana,’’ ujarnya.

Laurensius menjelaskan, hingga kini di kawasan Wae Naong total areal sawah kurang lebih 556 ha. Kalau dipakai untuk tiga kali tanam lewat program kawasan ekonomi ini bisa ditanami kurang lebih hampir 834 ha.

“Ini target kita. Kalau kita kerja cepat maka, 834 hektar bisa tercapai tahun ini. Tentunya didukung dengan infrastruktur seperti jalan,” ungkapnya.

Dikatakannya, di kawasan Wae Naong  terutama daerah yang rendah hampir semua berada di kawasan ekonomi, sementara pemukiman warga berada di bagian atas.

Laman: 1 2 3

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses