“Kehadiran Bapa Uskup selain menjadi kebahagiaan, juga merupakan tantangan untuk diaspora Manggarai. Kita harus membuktikan bahwa apa yang disampaikan Bapa Uskup merupakan benar dengan cara makin terlibat aktif mulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ungkap Habentus.
Habentus juga meminta anggota IKEMAS untuk selalu proaktif di mana pun berada. Hal itu menurutnya menjadi penting untuk menunjukkan eksistensi IKEMAS di tengah-tengah masyarakat lokal.
Adapun Ketua Panitia NATARU IKEMAS, Aloysius Hama lebih banyak berbicara mengenai efek jangka panjang di balik kesediaan Uskup Keuskupan Surabaya memimpin misa syukur diaspora masyarakat Manggarai.
“Kerendahan hati Bapa Uskup untuk bertemu kita, telah memberikan efek kejut luar biasa bagi anggota IKEMAS. Semoga kita tidak lagi menjadi pribadi yang tertutup di tengah masyarakat lokal,” kata Aloysius.
Dosen STIE Yapan Surabaya tersebut mendorong agar masyarakat Manggarai terutama anak-anak mahasiswa tidak bersikap acuh tak acuh dengan kondisi lingkungan sekitar.
“Mari meneladani Bapa Uskup Surabaya yang merangkul semua orang dari berbagai latar belakang. Teman-teman mahasiswa, mari terlibat. Bertemu banyak orang, selain melayani juga akan membuat lingkaran pengaruh kita jadi cukup kuat. Itu bisa menjadi modal setelah lulus kuliah,” terangnya.
Misa syukur NATARU IKEMAS sendiri juga dihadiri banyak tokoh penting. Selain para sesepuh, hadir juga Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono bersama keluarga. Adi sendiri telah dikukuhkan menjadi anggota terhormat IKEMAS sejak tahun 2023.*
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan