Jokowi ingin pulang dan memang harus pulang. Haruskah ia masuk kembali ‘kandang banteng’ setelah letih sepuluh tahun kerja, kerja, kerja demi kehidupan tanah tumpah darah tercinta? Akan kah dia sambut penuh ramah? Rasanya sulit juga tuh, dengan PDIP yang sudah tersulut emosi di ubun-ubun. Di laga Pilpres dan Pileg?
Sepertinya Jokowi dan PDIP punya skor 1 – 1. Jokowi rasa sudah unggul di Pilpres, dan PDIP tetap jadi juara 1 untuk kuasai Senayan. Lalu, pertandingan apalagi yang mesti dimainkan demi buktikan pemenangnya? Jokowi tentu bersyukur atas kemenangan Prabowo – Gibran. Namun? Sekali lagi….
Di mana pastinya nanti Jokowi dapat bertumpuh teduh hati. PSI pun belum menentu nasib. Lagi dikeroyok ‘rame-rame’ karena manuver lonjakan suaranya sungguh ‘sim salabim abrakadabra.’ Bahkan orang sekelas Ade Armando itu tampaknya kelabakan untuk jelaskan ‘mujizat’ melonjaknya suara PSI dengan logikanya.
Presiden Jokowi nantinya bakal dikenang sebagai Bapa yang merakyat. Dengan sekian banyak gebrakan insfrastruktur. Namun, itu tak berlaku bagi para politisi dan massa, yang masih waras pada alur sistem pemerintahan demokratis.
Kecaman serius tertuju pada Jokowi. Dianggap telah mengacak-acak kelanjutan kepemimpinan dalam bingkai Pilpres demokratis yang semestinya. Nasib Jokowi sungguh tersandera oleh perbagai ‘suara miring, pengap dan tak sedap.’
Jokowi ‘harus kembali’ ke alam umum Indonesia, dengan ekstra sebutan sebagai ‘Presiden ke 7 RI.’ Dan di hari-hari ini ‘bom waktu Hak Angket’ terus digaungkan. Kendatipun demikian?
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan