Cepat, Lugas dan Berimbang

Menginsipirasi, Jejak CR7 dari Keluarga Miskin hingga jadi Pemain Top Dunia

Pertama, Sempat diolok-olok karena Pekerjaan Sang Ayah

Cristiano Ronaldo berasal dari keluarga yang amat sederhana. Ibunya adalah seorang juru masak, sementara ayahnya bekerja sebagai tukang kebun.

Saat Ronaldo berusia tujuh tahun, ia mulai bermain untuk tim muda Andorinha. Kala itu, Ayah eks pemain Manchester united ini bekerja sebagai kit man di klub tersebut. Kit man adalah orang yang betugas membersihkan dan mengorganisir perlengkapan pemain. Serta menyediakan kebutuhan pemain baik saat pertandingan maupun latihan.

Rekan satu tim CR7 kala itu ini kerap mengolok-oloknya karena hal ini. Namun hal itu justru memotivasi Ronaldo untuk berlatih lebih keras lagi.

Kedua, Ronaldo pernah dikeluarkan dari sekolah

Pada usia 14 tahun, Ronaldo dikeluarkan dari sekolah setelah dia melemparkan kursi ke salah satu guru. Rupanya insiden ini disebabkan karena gurunya mengolok-olok keluarga Ronaldo yang miskin.

Ibu Ronaldo memutuskan untuk tidak mengirim anaknya kembali ke sekolah dan mendorongnya untuk terus bermain sepakbola.

Ketiga, Berlatih keras sejak kecil

Ronaldo berlatih sangat keras sejak kecil karena ia tahu bahwa seorang pesepakbola harus memiliki stamina yang baik. Karena dalam pertandingan sepak bola seorang pemain harus berlari setidaknya 10 kilometer dalam satu pertandingan.

Terkadang, ia melatih dirinya terus menerus dari pagi hingga sore hari.
Dia biasa bermain dengan pemain dari kelompok usia yang lebih tua untuk meningkatkan permainannya.
Ronaldo kemudian bergabung dengan klub sepak bola Andorinha, dan di sini ayahnya bekerja sebagai kit man.

Keempat, Menghadapi penghinaan

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel