Selain YONO, istilah gaya hidup yang cenderung hemat ini sebenarnya sudah memiliki banyak variasi konsep.
Beberapa pengguna sudah tidak asing lagi dengan istilah Frugal Living atau minimalis. Kedua konsep itu sama-sama mengajarkan untuk hemat dalam berkonsumsi, tidak berlebihan dan hanya membeli sesuatu yang dibutuhkan.
Seperti yang dijelaskan di atas, YONO juga memiliki konsep gaya hidup yang demikian. Akan tetapi, YONO dinilai punya kekhasan yang mengacu pada konsumsi dengan fokus pada keberlanjutan secara ekonomi dan lingkungan.
Dalam YONO, konsumsi tidak hanya sekedar hemat, tetapi harus memiliki nilai keberlanjutan sehingga tidak sia-sia. Misalnya, gaya hidup ini akan lebih memilih membeli barang berkualitas tinggi sehingga bisa dipakai dalam jangka panjang.
Kemudian, saat membeli kebutuhan pokok, gaya hidup dalam YONO akan lebih memilih barang yang terbuat dari bahan ramah lingkungan dan dapat didaur ulang daripada barang habis pakai yang diproduksi secara massal.
Membeli barang bekas juga menjadi pilihan konsumsi dari gaya hidup YONO. Itulah penjelasan mengenai arti YONO yang ramai di kalangan netizen Gen Z belakangan ini sebagai lawan dari YOLO, semoga bermanfaat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan