Mengapa Korban Bencana Justru Banyak Meninggal Pasca-Hari H? Ini Catatan Kritis Bupati Hery Nabit

“Saya tahu tidak mudah juga omong dengan orang Manggarai ini; tunggu napas sudah di leher baru mau dirujuk, terlambat sudah dan akhirnya meninggal di jalan. Tapi kalau terjadi sesuatu yang buruk, kita yang akan disalahkan,” ungkapnya.

Instruksi Tegas: Jangan Ada Lagi yang Meninggal!

Memasuki status Transisi Darurat ke Pemulihan per 29 September 2026, Pemkab Manggarai menjadikan perbaikan total layanan kesehatan sebagai prioritas utama kluster Perlindungan Pengungsi. Dinas Kesehatan dan seluruh Kepala Puskesmas diinstruksikan untuk mengambil tindakan proaktif tanpa menunda-nunda rujukan.

“Pastikan Dinas Kesehatan dan semua Puskesmas tidak ada yang meninggal lagi. Artinya kalau gejalanya sudah memburuk, bawa ke Ruteng. Kalau tidak, mau rujuk ke Labuan Bajo? Mari kita urus, mumpung masih masa transisi darurat,” instruksinya.

Langkah proteksi kesehatan ini difokuskan penuh untuk mengawal keselamatan 3.991 jiwa pengungsi yang saat ini masih berada di tempat-tempat pengungsian, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel