“Kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi ini adalah untuk mengedukasi dan memberikan pelatihan kepada stakeholder dan masyarakat bahwa memang Ruteng memiliki potensi bahaya gempa bumi dan khususnya di Manggarai juga memiliki potensi tsunami,” ungkap Arief Tyastama.
“Oleh karena itu, kami mengharapkan masyarakat untuk bisa tetap waspada dan siaga, serta siap untuk merespons peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG.”
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, BMKG, dan masyarakat, budaya sadar bencana di Kabupaten Manggarai diharapkan kian kokoh.
Dengan kesiapsiagaan yang lebih optimal, risiko dan dampak buruk dari bencana gempa bumi maupun tsunami dapat diminimalkan, mengingat keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









