Mahasiswa Magang Latih Petani Membuat Pupuk Organik Cair dan Arang Sekam

Dalam pelatihan ini, jelas Kelly, salah satu mahasiswa magang, “Kami terlebih dahulu menjelaskan manfaat pupuk cair dan arang sekam serta langkah-langkah memproses bahan baku. Sedangkan dalam proses pembuatannya, semua peserta dilibatkan agar mereka mengetahui dan terampil dalam membuat pupuk organik.”

Kelly menambahkan bahwa pendekatan partisipatif yang diterapkan dalam pelatihan ini terbukti efektif untuk meningkatkan keterampilan para peserta.

Para peserta pelatihan berhasil membuat pupuk cair jadam sebanyak 80 liter.

Antusiasme Kelompok Wanita Tani Desa Rai dalam Mengikuti Pelatihan

Sementara itu, Tince Anggul, salah satu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Rai, mengungkapkan antusiasmenya mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini. Dengan JLF dan biochar, kami bisa menghemat biaya produksi sekaligus menjaga kesuburan tanah secara alami,” tuturnya.

Selain itu, Tince juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menanyakan penggunaan daun-daun hijau sebagai bahan pupuk. Nita Tandang, salah satu pelatih, menjelaskan bahwa daun hijau mengandung unsur hara, khususnya nitrogen, yang bermanfaat sebagai bahan utama pembuatan pupuk organik cair dan padat.

Kontribusi Mahasiswa MBKM dalam Pemberdayaan Masyarakat.

“Kami, mahasiswa MBKM yang terlibat dalam kegiatan ini, merasa bangga dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini bukan hanya memberikan pengalaman baru bagi kami sebagai mahasiswa, tetapi juga menjadi momen berharga untuk berinteraksi langsung dengan para petani dan membantu mereka mengatasi kendala di lapangan.” ungkap Kelly.

Kelly menambahkan bahwa kegiatan ini tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari Yayasan Ayo Indonesia. “Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pertanian berkelanjutan. Dengan dukungan teknis dari LSM ini, kami berharap kelompok tani dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” jelasnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel