“Coba tanya yang merasakan bau itu mereka warga mana karena posisi km msk lurah apa blm jelas.” Ungkapnya kala memastikan alamat rumahnya dalam wilayah kelurahan apa.
Pengrajin Tempe Mengaku Siap Berbenah
Pada Senin, 31 Juli 2023, siang, awak media mendatangi lokasi pengolahan kedelai atau tempat produksi tempe rumahan yang berada di kelurahan Tenda.
Saat awak media datang, tampak pasangan suami istri sedang melakukan packing tempe berukuran kecil. Sontak mereka bangun dan menyapa awak media yang datang.
Setelah berdiskusi sebentar mereka mengakui bahwa mereka sering membuang ke saluran got umum air hasil cucian kedelai.
“Kami usaha kecil-kecilan. Tidak pernah kami menduga bahwa air cucian kedelai ini menimbulkan bau menyengat dan mengganggu warga sekitar.” Ungkap sang istri yang berinisial CSW.
Sementara itu, sang suami menjelaskan bahwa kedelai itu pada malamnya ia rendam dalam satu tong besar. Kemudian, paginya, kedelai itu dia cuci dan air cucian itulah yang ia buang ke got.
“Malam hari kedelainya rendam dulu. Besok paginya baru cuci lalu air cucian kedelai itu yang saya buang saja ke got.” Tuturnya.
Karenanya, ia berkomitmen akan segera membuat lubang di sisi rumah yang nantinya akan jadikan sebagai instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL).
Ia pun menceritakan, bahwa sebelumnya, pada pagi hari ia didatangi tetangganya yang anggota DPRD. Menurutnya, pak Dewan yang ia tidak sebutkan namanya itu menawarkan jika air cucian (limbah) itu nanti bisa disiram ke halaman rumah pak dewan yang letaknya di seberang jalan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









