Ignatius dikenal sebagai penulis produktif, dengan karya-karya seperti “Membaca Kitab Suci: Paham-paham Dasar” dan “Pengantar Injil Sinoptik,” serta menerjemahkan karya-karya Henri J.M. Nouwen ke dalam bahasa Indonesia.
Perjalanan Imamat dan Kepemimpinan Gereja
Pada 21 April 1997, Paus Yohanes Paulus II mengangkat Ignatius Suharyo sebagai Uskup Agung Semarang, menggantikan Kardinal Julius Darmaatmadja. Ia ditahbiskan sebagai uskup pada 22 Agustus 1997. Pada 2 Januari 2006, ia ditunjuk sebagai Uskup Militer Indonesia.
Kemudian, pada 25 Juli 2009, Paus Benediktus XVI mengangkatnya sebagai Uskup Koajutor Keuskupan Agung Jakarta, dan ia resmi menjadi Uskup Agung Jakarta pada 29 Juni 2010. Selain itu, Ignatius Suharyo menjabat sebagai Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sejak 2012 hingga 2022.
Pengangkatan sebagai Kardinal
Pada 1 September 2019, Paus Fransiskus mengumumkan pengangkatan Ignatius Suharyo sebagai kardinal, menjadikannya kardinal ketiga dari Indonesia setelah Kardinal Justinus Darmojuwono dan Kardinal Julius Darmaatmadja.
Ia resmi dilantik sebagai Kardinal Imam dari Gereja Spirito Santo alla Ferratella pada 5 Oktober 2019. Pengangkatan ini merupakan pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam Gereja Katolik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Demikian riwayat pendidikan dan perjalanan Kardinal Ignatius Suharyo yang mencerminkan komitmen dan dedikasinya dalam pelayanan Gereja Katolik. Semoga bermanfaat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan