Sementara itu, Area Program Manager Plan Indonesia, Samuel Absalom Niap, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan kelanjutan dari pembekalan yang telah dimulai sejak Januari 2026.
Melalui dukungan dana hibah IKI Small Grants dari Pemerintah Jerman, penerima manfaat kategori individu memperoleh stimulus sebesar Rp19 juta, sementara kategori organisasi mendapatkan alokasi sekitar Rp95 juta untuk
menjalankan proposal aksi iklim lokal.
Samuel mengatakan, pelatihan kali ini difokuskan pada penguatan kapasitas komunikasi, kampanye perubahan iklim, serta strategi advokasi kepada pemerintah desa.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pembekalan tentang penyusunan strategi dan media kampanye perubahan iklim. Sedangkan hari kedua diarahkan pada penguatan kemampuan advokasi, terutama dalam membangun komunikasi dengan pemerintah desa.
Plan Indonesia juga melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta BMKG untuk memperkuat pemahaman peserta terkait data cuaca dan kondisi iklim lokal.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Manggarai, Nyonya Meldyanti Marcelina Hagur Nabit, yang menjadi salah satu pemateri utama, mendorong para peserta agar aktif membangun jejaring dan mendokumentasikan setiap aksi yang dilakukan.
la menekankan bahwa pengalaman dalam mengelola program aksi iklim menjadi modal penting bagi kaum muda Manggarai untuk membangun rekam jejak profesional.
Meldyanti juga mengajak peserta memanfaatkan media digital sebagai ruang publikasi agar kontribusi generasi muda Manggarai dalam upaya mitigasi perubahan iklim dapat dikenal lebih luas.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











