Ketua YASPAR Gedor Kesadaran Wisudawan: Gen-Z Harus Menjadi Penjaga Akal Sehat di Era Post-Truth

Romo Ledobaldus Roling Mujur menegaskan pentingnya daya kritis, inovasi, dan adaptasi Gen-Z menghadapi era post-truth kepada para wisudawan Unika St. Paulus Ruteng
Romo Ledobaldus Roling Mujur menegaskan pentingnya daya kritis, inovasi, dan adaptasi Gen-Z menghadapi era post-truth kepada para wisudawan Unika St. Paulus Ruteng

Inovasi Menjadi Jalan untuk Memimpin Dunia yang Disrup tif

Ketua YASPAR menekankan bahwa inovasi kini menjadi kebutuhan, bukan pilihan. Perubahan cepat di era digital menuntut mahasiswa untuk menciptakan solusi lintas disiplin.

“Apa yang benar hari ini bisa usang besok. Kalian harus berani menciptakan solusi baru, bahkan bidang baru yang belum bernama. Inovasi adalah syarat untuk bertahan dan memimpin,” jelasnya.

Romo Ledobaldus mengajak Gen-Z Unika menjadi arsitek masa depan dengan ide yang segar dan progresif.

Adaptasi Cerdas yang Berakar pada Nilai

Selain kritis dan inovatif, wisudawan juga diminta mengembangkan adaptasi cerdas yang tidak kehilangan nilai kemanusiaan.

“Adaptasi bukan ikut-ikutan tren. Adaptasi berarti berpegang pada integritas, nilai kemanusiaan, dan kebenaran, meski dunia berubah sangat cepat,” tambahnya.

Ia mengingatkan bahwa teknologi, iklim, geopolitik, dan kultur sosial bergerak sedemikian cepat sehingga hanya generasi yang adaptif-lah yang mampu memimpin perubahan.

Gen-Z Dipanggil Mengakhiri Era Post-Truth

Dalam bagian paling kuat dari sambutannya, Romo Ledobaldus menegaskan bahwa Gen-Z bukan generasi yang terjebak dalam era post-truth melainkan generasi yang dipanggil mengakhirinya.

“Kalian adalah penjaga akal sehat di tengah kegilaan informasi. Kalian adalah pembawa obor kejujuran di tengah kegelapan manipulasi,” serunya disambut tepuk tangan meriah.

Ia mengingatkan bahwa ijazah yang diterima hari ini bukan sekadar dokumen pendidikan, melainkan mandat moral.

“Ijazah kalian adalah surat kepercayaan bahwa kalian siap membawa tiga kekuatan itu: kritis, inovatif, dan adaptif untuk memperbaiki dunia yang sedang sakit karena kehilangan kebenaran,” ungkapnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel