Ruteng, infopertama.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Manggarai, Marcelina Meldyanti Hagur-Nabit, mendorong agar penanganan pengungsi korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai dilakukan secara lebih terpusat, terencana, dan berbasis mitigasi risiko, terutama bagi warga yang diperkirakan harus tinggal di lokasi pengungsian dalam jangka waktu panjang.
Permintaan tersebut disampaikan Marcelina saat menerima dan berdiskusi dengan Tim KitaBisa yang melakukan asesmen kebutuhan pengungsi di beberapa Desa terdampak Kecamatan Cibal, Sabtu (22/8/2026).
Marcelina mengatakan, konsentrasi pengungsi perlu menjadi perhatian serius, terutama di sejumlah titik pengungsian yang menampung warga dalam jumlah besar. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah warga kampung Wancang dan Timbang yang terdampak gempa.
“Pengungsi itu perlu terkonsentrasi. Yang pertama di Wancang dan Kampung Timbang banyak terdampak. Saya sendiri turun langsung melihat kondisi di lapangan,” ujar Marcelina.
Selain Wancang, terdapat pula lokasi lain yang perlu mendapat perhatian, termasuk Cumpe dan Beamese. Di salah satu lokasi tersebut, jumlah pengungsi mencapai sekitar 300 orang.
Menurut Marcelina, penanganan pengungsi tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan logistik. Pemerintah dan para pihak terkait perlu mulai memikirkan penataan tempat tinggal sementara yang aman dan layak, mengingat warga dapat berada di pengungsian dalam waktu yang cukup panjang.
“Sekarang kami sedang melakukan asesmen, bukan hanya menghitung kebutuhan, tetapi juga memperhitungkan mitigasi risiko sosial. Karena kalau kita berbicara tentang kondisi gempa dan pengungsian sampai berbulan-bulan, ini sudah masuk dalam penanganan jangka panjang,” jelasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












