“Saya kira orang gila. Setelah membacok itu, terduga pelaku terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian. Korban tetap di situ (tergeletak), tidak ada tetangga keluar rumah. Karena mungkin ya takut dengan kejadian itu,” tambahnya.
Warga baru berani keluar rumah menjelang subuh, sekitar pukul 03.30 WIB. Saat itu, darah sudah memenuhi lokasi kejadian.
“Baru sekitar pukul setengah 4, atau mau Subuh saya lihat banyak orang itu. Baru saya keluar melihat itu, sudah banyak darah di lokasi kejadian. Kepala korban itu sempat dibawa oleh pelaku, mungkin mau dibuang,” ujar Edi.
Masalah Motor dan Game Online
Tetangga lain, Mulyono, mengungkapkan bahwa ABR diduga depresi akibat konflik dengan ayahnya.
“Anaknya itu minta dibelikan motor RX King, tapi malah sama bapaknya malah dibelikan motor CB. Terus juga persoalan game (online). Anaknya itu kan beli top up akun gamenya. Tapi malah diteror,” jelas Mulyono.
Menurutnya, akun game ABR tidak dapat diakses kecuali membayar sejumlah uang. Kombinasi masalah motor dan game inilah yang diduga memicu konflik hingga akhirnya berujung tragedi.
“Akhirnya bapaknya ditantang gelut (berkelahi-red). Sampai kemudian kepalanya pedot (putus-red). Oleh terduga pelaku dibuat bal-balan (ditendang layaknya bermain bola-red). Tapi setelah itu, (terduga) pelaku mencoba bunuh diri, membacok lehernya sendiri. Tapi masih hidup dan dibawa ke rumah sakit,” tambah Mulyono.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolsek Puger AKP Facthur Rahman membenarkan kejadian tersebut.
“Kejadian itu benar adanya, tapi kita masih menunggu proses lidik. Juga masih menunggu petunjuk dari Pak Kapolres. Nanti akan dikabari lebih lanjut,” ujarnya singkat.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

