infopertama.com – Kecurigaan dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya cukup sah-sah saja. Namun jika sudah sampai pada taraf yang berlebihan tentu akan sangat mengganggu.
Kecurigaan yang berlebihan sering kali membuat seseorang takut dan cemas tanpa alasan. Apakah ini termasuk kategori gangguan paranoid?
Kecurigaan Berlebihan Merupakan Tanda Gangguan Paranoid, Benarkah?
Pada dasarnya, kecurigaan dalam batas kewajaran ada sisi positifnya. Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog , sikap curiga dapat membuat kita lebih khawatir terhadap kondisi sekitar dan setiap tindakan yang akan diambil.
Dengan demikian, setiap keputusan yang dibuat didasarkan pada berbagai pertimbangan. Masalahnya muncul ketika sikap curiga menjadi berlebihan. Faktanya, kecurigaan berlebihan merupakan tanda gangguan paranoid!
“Sangat mungkin untuk mengalami gangguan paranoid. Jika kita terus menerus menaruh curiga tanpa alasan yang jelas, kita bisa menjadi paranoid,” kata Ikhsan.
Beberapa contoh kecurigaan yang tidak masuk akal adalah seseorang merasa seperti sedang diikuti tanpa bukti atau alasan yang jelas, atau merasa seperti ada yang ingin membunuhnya.
Namun, jangan langsung mendiagnosis diri Anda dengan gangguan paranoid jika Anda atau orang-orang di sekitar Anda terbiasa bersikap terlalu curiga.
Sebab, Ikhsan mengingatkan perlu ada kriteria lain untuk menentukan seseorang betul-betul memiliki gangguan paranoid atau tidak.
Beberapa ciri gangguan paranoid selain kecurigaan yang berlebihan di antaranya seperti meragukan kesetiaan orang lain. Bisa juga sangat sensitif terhadap kritik, cepat marah dan bermusuhan. Kadang, sulit untuk rileks dan senang menyendiri.
“Jadi, tidak semua orang yang terlalu curiga itu pasti paranoid. Memerlukan pemeriksaan khusus dari ahli terkait.”
Faktor Penyebab Rasa Kecurigaan Berlebihan
Ikhsan menjelaskan, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang bersikap curiga berlebihan.
Pola asuh orang tua yang terbentuk sejak kecil misalnya, kerap kali menimbulkan berbagai ancaman. Ada juga karena pengalaman yang tidak menyenangkan, misalnya dimanfaatkan oleh orang lain. Mengalami trauma juga menjadi indikator paranoid, misalnya kekerasan fisik atau seksual. Memiliki masalah terkait keterikatan.
“Masalah keterikatan disebabkan oleh lingkungan yang tidak menyenangkan dan membuatnya sulit melewati masa-masa stres dalam hidupnya. Ketika berada di lingkungan yang tidak nyaman, mereka akan merespons pikiran dan perilaku orang lain secara negatif, serta lebih rentan terhadap stres,” jelas Ikhsan.
Selain itu, orang yang terlalu curiga juga memiliki harga diri yang rendah , sehingga mudah khawatir dengan keadaan di sekitarnya.
Bila sifat ini tidak diatasi, maka akan mengganggu kehidupan sehari-hari, baik bagi individu itu sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.
Mengatasi Rasa Kecurigaan yang Berlebihan
Bagi Anda yang tidak menderita gangguan paranoid namun sangat terganggu dengan rasa curiga yang berlebihan dan ingin mengatasi atau setidaknya mengendalikannya, jangan khawatir karena ada cara yang bisa dilakukan.
“Pertama-tama cari tahu apa yang membuat kita curiga terhadap sesuatu. Apakah karena rasa cemas kita, atau karena kita takut ada sesuatu yang bisa mengancam harga diri kita?” kata Ikhsan.
Ia menyarankan, belajarlah mengendalikan pikiran negatif. Cara untuk melakukan ini adalah dengan melihat secara objektif fakta-fakta yang terjadi di lingkungan kita.
Misalnya, Anda curiga teman Anda akan membicarakan Anda tanpa sepengetahuan Anda. Jadi, cobalah untuk melihat apakah teman Anda termasuk tipe yang hanya membicarakan Anda atau orang lain saja.
“Cobalah untuk menuangkan kegelisahanmu terhadap segala hal ke dalam tulisan. Kemudian, lakukan relaksasi pernafasan agar bisa tenang sebelum mengambil keputusan,” lanjutnya.
Jika dirasa sangat mengganggu dan Anda tidak mampu mengatasinya sendiri, jangan ragu untuk meminta bantuan psikolog.
Bagi penderita yang terdiagnosa gangguan paranoid, tentu membutuhkan terapi khusus untuk mengatasinya. Beberapa jenis obat juga dapat diresepkan.
Tak apa-apa untuk curiga, tapi jangan berlebihan. Sebab, hal itu akan berdampak buruk pada kehidupan Anda sendiri sehari-hari.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel