Jenazah Kolektor Mobil Mewah di China Dikuburkan Bersama Mobil Seharga Rp2,7 Miliar

Dianggap sebagai bagian tradisi di China

Sebagaimana dilaporkan South China Morning Post, Sabtu (18/4/2026), dalam video yang beredar, terlihat sebuah ekskavator mengangkat mobil di dekat batu nisan yang baru dipasang.

Kendaraan tersebut ditutup kain merah, sedangkan pita merah diikatkan pada kaca spion sampingnya.

Puluhan warga desa kemudian turut mendorong mobil tersebut masuk ke liang kubur, bahkan beberapa di antaranya menggunakan sekop untuk menimbunnya dengan tanah.

Menurut laporan media daratan China Xin Huanghe, salah satu anggota keluarga laki-laki kemudian menyampaikan terima kasih kepada warga melalui jamuan makan.

Tak hanya itu, keluarga tersebut juga membagikan amplop merah berisi 500 yuan (sekitar Rp 1,2 juta) kepada setiap orang yang membantu.

Keluarga tersebut tidak memberikan penjelasan mengapa mereka tidak menggunakan tradisi umum berupa persembahan replika kertas.

Dalam tradisi pemakaman di China, umumnya digunakan benda tiruan dari kertas seperti mobil, rumah, dan perlengkapan rumah tangga.

Benda-benda tersebut kemudian dibakar sebagai simbol agar mendiang memperoleh kenyamanan di kehidupan setelah kematian.

Tuai sorotan publik

Reaksi publik pun beragam terkait fenomena tersebut. Sebagian warganet menilai tindakan keluarga tersebut sebagai bentuk pamer kekayaan.

Sementara itu, pihak keluarga membelanya sebagai ekspresi duka sekaligus bentuk bakti kepada orang tua.

Di sisi lain, muncul kekhawatiran bahwa penguburan mobil tanpa pengolahan dapat mencemari tanah dan air tanah, serta berpotensi melanggar aturan penggunaan lahan.

Seorang pengacara dari firma hukum di Beijing, Wang Peng, menyatakan kepada media bahwa tidak dilakukannya prosedur penghapusan kendaraan sesuai aturan dapat berujung pada sanksi administratif, meskipun mobil tersebut merupakan milik pribadi.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel