Horor Paryanto, Korban Mbah Slamet yang Dikubur Hidup-Hidup: Pesan Terakhir Bikin Merinding

Paryanto minum air kemasan pemberian Mbah Slamet

Paryanto dalam rekaman suaranya itu juga cerita merasa ngeri karena dibawa oleh Mbah Slamet ke hutan dalam kondisi tidak sadar. Dia menceritakan ke anak sempat minum air kemasan yang diberikan oleh Mbah Slamet.

Dalam pengakuannya, Paryanto merasakan gejala mengantuk terus dan bicaranya sudah seperti orang mabuk. Ia bahkan sudah beberapa kali ketiduran saat dibawa ke hutan.

 

“Ayah agak sedikit ngeri, apalagi tadi (dibawa Mbah Slamet) ke hutan. Ayah bawaannya ngantuk mulu. Kepala ayah langsung tidur di bawah. Ini saja (kondisi) ayah kaya mabuk, ngomong sendiri kaya orang gila,” kata Paryanto dalam rekaman suara.

Nyawa Paryanto terancam

Pesan suara itu menjadi dasar GE untuk mencurigai kondisi sang ayah. Walau diminta untuk menunggu hingga Minggu (26/3/2023), keluarga memutuskan untuk berangkat ke Banjarnegara pada Jumat (24/3/2023) sore.

GE juga merasakan ada yang tidak beres dari pesan sang ayah. Khawatir dengan kondisi sang ayah, pihak keluarga yang terdiri dari 6 anggota pun enggan membuang-buang waktu dan langsung berangkat dari Sukabumi ke Banjarnegara.

Paryanto dikubur hidup-hidup

Menurut hasil autopsi, Paryanto dikubur hidup-hidup oleh Mbah Slamet. Disebutkan bahwa Paryanto dipaksa menenggak minuman ringan yang dicampur obat tidur dan potasium ketika ritual.

Hal itu disampaikan Heri Purnama Tanjung, kuasa hukum keluarga korban di Sukabumi pada Selasa (4/4/2023). Dia mengatakan untuk mendatangkan uang hasil penggandaan dari yang disetorkan Paryanto kepada pelaku Mbah Slamet, harus dilakukan ritual bertapa tanpa tidur.

Kronologinya Paryanto diberi minuman ringan dalam kemasan yang sudah dicampur racun. Ketika Paryanto sudah minum racun, Mbah Slamet mempersiapkan kuburan dengan menggali lubang sambil menunggu reaksi racun dalam tubuh korban.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel