Ruteng, infopertama com – Bupati Manggarai, Herybertus Nabit memastikan upaya pencarian terhadap Armada W Jeferson (14), pelajar kelas II SMPK Fransiskus Xaverius Ruteng, yang berasal dari Orong Lembor, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat korban tenggelam di Tiwu Pai, Reok Barat, tetap berjalan.
Hal itu disampaikan Hery Nabit saat turun langsung ke Tiwu Pai, Desa To’e – Reok Barat, pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Ia mengatakan, meski secara prosedural sesuai SOP Basarnas upaya pencarian korban selama tujuh hari resmi berakhir hari ini, tidak berarti upaya-upaya pencarian berhenti total.
Upaya keluarga dalam kordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten Manggarai tentu akan tetap berjalan.
Sebab, kata Bupati Hery Nabit, tidak menginginkan seseorang hilang begitu saja, kita mesti bersama-sama melakukan upaya-upaya pencarian meski harus berhadapan dengan berbagai kondisi (halangan) tapi usah harus tetap dilakukan.
Demikian Bupati Herybertus Nabit, kordinasi di hari-hari berikut sangat penting. Manakala pihak keluarga atau pihak-pihak lain yang berniat membantu mencari korban tolong dikordinasikan dengan pemerintah desa, desa akan akan berkordinasi dengan pemerintah kecamatan hingga ke kabupaten.
Hal itu, lanjut Bupati Herybertus, upaya apapun itu tidak akan menambah korban lagi.
“Saya paham banyak pihak yang tidak sabar, tetapi mari kita sama-sama juga memahami situasi yang ada. Memahami keterbatasan-keterbatasan yang ada. Bukan hanya keluarga yang menginginkan melihat jazad anak kita ini (korban), tidak. Kamipun, meski kami tidak tau bagaimana dia datang ke dunia ini, tetapi ketika kejadian ini di Manggarai kami tidak mau dia hilang begitu saja. Sebagaimana dia datang dulu, serltidaknya kita mengantarnya pulang juga dengan cara yang layak.”
Ketahui, Badan SAR Nasional (Basarnas) Maumere unit Labuan Bajo secara resmi menghentikan upaya pencarian Armada W. Jeferson (14), Korban Tenggelam di Tiwu Pai, Wontong, kecamatan Reok Barat, Manggarai.
Penghentian ini dilakukan pada Sabtu, 17 Januari 2026 siang tepat pukul 13.44 WITA setelah selama 7 hari upaya pencarian Korban tidak ada tanda-tanda ditemukan. Berbagai upaya Basarnas selain melakukan penyelaman di Tiwu Pai juga melakukan penyisiran sepanjang aliran sungai, namun hasilnya nihil.
Yudha, safety Officer atau petugas keselamatan di Area Kerja Basarnas dalam keterangannya bahwa penangan hari pertama saat kondisi debit air belum terlalu besar langsung lakukan penyelaman di kedalaman sekitar 7 Meter.
Ia menambahkan, upaya penyisiran dibantu Kapolsek Reok, Polairud, aparat TNI dan masyarakat juga menyusuri hingga ke Muara.
Tak hanya itu, Basarnas juga sangat terbuka terhadap berbagai masukan terkait upaya-upaya alternatif pencarian korban sesuai saran keluarga korban, masyarakat lokal terutama terkait beberapa ritual. “Termasuk, pada hari ini dilakukan misa atau perayaan Ekaristi di sini.” Ujar Yudha di hadapan Bupati Manggarai, Hery Nabit di lokasi Tiwu Pai, Sabtu, 17 Januari 2025.
Ia memastikan, Basarnas dalam upaya pencarian Korban dilakukan secara total, tidak setengah hati. Sebab, kesedihan ayah korban adalah kesedihan kami juga karena kami yang hadir di sini juga adalah seorang ayah, seorang suami yang menjadi tulang punggung keluarga.
Demikian Yudha, meski upaya pencarian korban ditutup tetapi bukan berarti dihentikan secara total. “Tetap ada pemantauan, artinya apabila dikemudian hari korban ditemukan, misal ada kesulitan proses evakuasi maka akan kami buka kembali.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





