Hati yang Degil Menutup Pintu Rahmat Allah

Hati yang Degil, Menutup Pintu Rahmat Allah

“TUHAN tidak menuntut apa-apa dari kita. SEBUAH HATI yang terbuka pada CINTANYA, yang senatiasa berdiam didalam ALLAH”
BERSIHKAN HATI AGAR MEMPEROLEH KASIH KARUNIA DI HADAPAN ALLAH.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Akar kejahatan bermula dari dalam hati. Kecenderungan hati yang jahat akan membuahkan kejahatan. Sebaliknya, hati yang dilimpahi oleh KASIH KARUNIA ALLAH akan membuahkan kesukaan bagi ALLAH. Tentu, inilah hati yang kita inginkan menjadi milik kita. Hati yang dipenuhi oleh KASIH KARUNIA ALLAH.

HATI yang membuat ALLAH tersenyum karena bertaburan dengan cinta, kesetiaan, ketulusan dan pengampunan. Akan tetapi, kita jangan pernah lupa bahwa dosa senantiasa mengintip di pintu hati kita, kelengaan sedikit dalam menjaga pintu hati, itu sama halnya dengan mengijinkan dosa untuk masuk, tinggal dan bersarang di dalam hati kita.

Akibatnya, kebeningan hati berubah menjadi kegelapan hati. Hati yang tulus dan penuh cinta menjadi hati yang degil, hati yang tertutup pada rahmat ALLAH.

Oleh karena itu, Kita harus mengarahkan pandangan kita ke atas, di mana segala pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna Ia turunkan kepada kita. Hati harus kita arahkan kepada Kehendak Allah dan pemenuhan kehendakNYA di dalam hidup kita, sehingga kita akan semakin menyadari akan Kasih Karunia Allah yang senantiasa curahkan kepada kita setiap saat, setiap hari.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih,
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus memperingatkan kepada para murid untuk berhati-hati dan berwaspada terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel