Ruteng, infopertama.com – Gadis remaja 17 tahun asal Kakor, Desa Bea Kakor, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai dikabarkan hilang kontak dengan pihak keluarga usai seorang pria misterius menjemputnya dari rumah temannya di Anam, Desa Bulan pada 25 Oktober 2022 yang lalu.
Gadis remaja yang memiliki nama lengkap Elvian Putri Suriyati adalah anak perempuan satu-satunya dari pasangan mama Melania Jenai dan Almarhum bapak Rofinus Nangkur. Dan saat ini Elvian Putri Suriyati masih berstatus sebagai seorang pelajar kelas 2 Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (SMAN 1) Ruteng Anam. Kini, pihak keluarga terus melakukan pencarian dan bahkan telah membuat laporan pengaduan kepada pihak kepolisian di Polres Manggarai.
Serafinus Hartono Garut, yang merupakan saudara korban kepada infopertama pada Jumat 30 Desember 2022 mengisahkan bahwa pada pagi hari, ia bersama saudarinya tersebut sama-sama pamit dari rumah. Namun, hingga sore hari, saudarinya tersebut belum kembali ke rumah.
“Saya dan saudari sama-sama keluar dari rumah Pak. Saya berangkat kerja dan saudari saya berangkat ke sekolah. Namun sekitar pukul 03.00 sore hari, saya dikontak sama orang rumah bahwa saudari saya belum pulang pak. Karena itu, saya pun bergegas untuk mencarinya, termasuk di rumah teman-temannya. Menurut informasi dari temannya bahwa saudari saya sudah balik dari sekolah sejak pagi hari. Meski demikian mereka enggan menyebutkan kemana saudara saya pergi. Demikian juga dengan pemilik rumah,” kisahnya.
Serafinus melanjutkan bahwa, setelah mencari tahu keberadaannya lebih jauh, ia mendapat kabar bahwa saudarinya tersebut pergi ke rumah temannya. Meski demikian, Serafinus nampaknya tidak menemui saudarinya tersebut di rumah temannya.
“Sepertinya dia (Elvian -Pen) ganti pakaian sekolah di rumah temannya Pak. Namun, awalnya, temannya dan pemilik rumah enggan memberi tahu ke mana dan dengan siapa saudari saya itu pergi Pak,” ujar Serafinus.
“Dan setelah saya mendesak pemilik rumah, barulah pemilik rumah menginformasikan bahwa saudari saya tersebut sudah dijemput dan pergi dari rumah bersama seorang pria Pak,” lanjutnya.
Serafinus menambahkan bahwa setelah mendapat kabar tersebut, ia berusaha menghubungi nomor pria misterius tersebut.
“Setelah saya menghubungi nomor tersebut Pak, saya diberitahu oleh pria tersebut untuk menjemput saudari saya di terminal Ruteng. Namun, saya tidak menemuinya di sejumlah terminal yang ada di Ruteng Pak. Saya pun kembali mencoba menghubungi nomor pria tersebut namun hingga kini nomornya tidak aktif Pak. Kami sudah melakukan pencarian juga sampai ke Labuan Bajo Pak. Namun sejauh ini belum berhasil,” ujarnya.
Senada dengan itu, Melania Jenia yang merupakan ibu korban menerangkan bahwa anaknya tersebut merupakan putri satu-satunya dari enam bersaudara. Dan selama bersekolah di SMAN 1 Anam, anaknya tersebut tinggal di rumah keluarga yang berada di Lagur, Desa Bulan, Kecamatan Ruteng. Ia pun mengaku kaget saat mendapat kabar bahwa anaknya tidak lagi berada di Lagur dan sudah dijemput oleh seorang pria yang hingga kini belum diketahui secara baik latar belakangnya.
“Selama ini anak saya tinggal di rumah keluarga Pak. Saya kaget sekali saat mendapat kabar bahwa anak saya tidak lagi ada di Lagur dan sudah dijemput oleh seorang pria. Apalagi saya tidak mengetahui secara pasti latar belakang pria tersebut Pak. Yang kami tahu bahwa pria tersebut berasal dari Malang dan berprofesi sebagai tukang bangunan Pak karena saya pernah melihatnya ketika saya menjenguk anak saya di sana sebelumnya,” cetusnya.
Diakuinya bahwa, pihak keluarga sudah melakukan pencarian selama ini dan bahkan sudah melakukan pengaduan ke Polres Manggarai. Meski demikian, hingga kini dirinya dan keluarga belum mengetahui keberadaan dan perkembangan dari laporan yang sudah disampaikan ke Polres Manggarai.
“Pihak keluarga sudah mencari dan membuat laporan pengaduan terkait hilangnya anak kami tersebut ke Polres Manggarai Pak. Namun sampai saat ini, kami belum mengetahui keberadaan dan perkembangan dari laporan tersebut Pak,” ujranya.
Ia pun berharap agar anak perempuannya yang hilang sampai saat ini bisa segera ditemukan.
“Semoga saja kedepannya ada kabar baik Pak usai diberitakan. Setidaknya bisa mempermudah pencarian anak kami tersebut Pak. Kami sangat rindu sekali untuk mengetahui kabar dan keberadaan anak kami tersebut Pak,” pungkasnya.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Manggarai IPDA I Made Budiarsa saat dihubungi via Whatsapp, pada Sabtu 31 Desember 2022 mengakui bahwa pihaknya telah menerima pengaduan terkait hilangnya gadis remaja 17 tahun asal Kecamatan Ruteng tersebut.
Demikian I Made Budiarsa, pihaknya menerima pengaduan tersebut pada 27 Oktober 2022. Dan sejauh ini, lanjutnya, aparat kepolisian baik unit jatanras hingga bhabinkamtibmas terus bergerak untuk melacak keberadaan si pria dan juga gadis remaja Elvian Putri Suriyati.
“Benar Pak. Ada laporan masuk terkait itu. Kemarin Pak Kanit PPA telah mengonfirmasi bahwa benar ada buat pengaduan terkait anak yang dikabarkan hilang tersebut. Dan pengaduan itu masuk tanggal 27 Oktober 2022,” ujarnya.
Lebih lanjut, I Made menjelaskan, berdasarkan informasi dari Pak Kanit PPA bahwa sejauh ini, beliau sudah upayakan dan sampaikan ke Pak Kanit Jatanrasnya untuk terus melakukan pencarian, termasuk trecking nomor handphone yang diduga milik sang pria untuk dicek lokasinya. Namun, sejauh ini belum ada hasilnya karena dimungkinkan nomor handphone yang diduga milik sang pria tidak aktif.
“Pokoknya masih terus diupayakan Pak, termasuk di dalam kota Ruteng juga bhabinkamtibmas terus bergerak melakukan pencarian karena siapa tau mungkin ada sembunyi di kos-kos to. Sejauh ini masih diupayakan ya Pak. Mudah-mudahan bisa secepatnya dapat hasil Pak. Kasian juga kan Pak; apalagi anak tunggal putri katanya Pak. Pokoknya di pelabuhan-pelabuhan juga kedepannya pasti diupayakan pencarian juga Pak,” pungkasnya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel