Dukung Pembangunan Infrastruktur Menuju IKN, PLN Nusantara Power Pasok 60 Ribu Ton FABA

UP Kaltim Teluk berlokasi di Kota Balikpapan. Berkapasitas 2x 110 MW, UP Kaltim Teluk menghasilkan fly ash harian sebesar 200 ton/hari dan bottom ash harian sebesar 50 ton/hari. Dan, memiliki target presentase penggunaan FABA untuk IKN mencapai 70% dari total FABA yang dihasilkan.

FABA yang dihasilkan UP Kaltim Teluk sendiri telah dimanfaatkan sebagai bahan untuk penetralisir lahan asam pada area pertanian. Sebanyak 1179 ton FABA telah dijadikan bahan penetralisir untuk lahan seluas 393 hektar yang bekerja sama dengan Kodam VI Mulawarman.

FABA UP Kaltim Teluk juga digunakan untuk media tanam pada tempat pembibitan (nursery) untuk penghijauan area tol Balikpapan-IKN.

Lebih Jauh Tentang FABA

FABA adalah material sisa dari proses pembakaran batu bara. Secara fisik, FABA berbentuk seperti debu halus yang mirip dengan abu dari gunung berapi. Perbedaannya terletak pada tingkat kehalusan, tekstur FABA sedikit lebih halus jika dibandingkan dengan abu vulkanik.

Sedangkan perbedaan antara fly ash dan bottom ash terletak pada ukuran dan karakteristiknya. Walaupun keduanya berasal dari hasil proses pembakaran batu bara, tetapi bottom ash memiliki ukuran yang lebih besar daripada fly ash yang berukuran lebih halus. Sehingga, bottom ash disebut sebagai abu yang “terendapkan” dan fly ash disebut sebagai abu terbang.

Pemanfaatan FABA yang paling memungkinkan secara keekonomian adalah untuk bahan konstruksi. Ini yang jadi salah satu pemantik PLN untuk mendorong pemanfaatannya, bukan untuk perusahaan tapi untuk masyarakat.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel