la menyebutkan, 145 desa di Kabupaten Manggarai nantinya akan dipetakan dalam beberapa kluster strategis, seperti kawasan pertanian pangan, perdagangan, UMKM, hingga perkebunan.
“Mereka akan masuk kelas pembelajaran yang disesuaikan dengan profiling dan potensi desanya masing-masing. Kita ingin mendorong lahirnya desa-desa tematik yang berprestasi, seperti Desa Cinta Statistik, Desa Tangguh Bencana, hingga Desa Tangguh Pangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dirjen Bina Pemdes menekankan bahwa kekuatan desa sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah desa dalam mengelola potensi lokal. la mencontohkan potensi budaya, pariwisata adat, serta komoditas unggulan seperti kopi asli Manggarai yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, desa yang memiliki tata kelola yang kuat akan mampu pertumbuhan ekonomi, menciptakan mengurangi kemiskinan, serta memperkuat pembangunan daerah.
la juga mengingatkan agar kepala desa, camat, dan seluruh pemangku kepentingan tidak berhenti pada pemenuhan dokumen administrasi seperti RPJMDes dan RKPDes, tetapi mulai membangun visi besar bagi masa depan desa.
“Kenapa desa harus kuat? Karena kalau desanya kuat dan tangguh, maka daerah akan kuat dan negaranya akan maju. Pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan harus dimulai dari desa yang tata kelolanya berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas La Ode Ahmad.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Manggarai Fabianus Abu, S.Pd., Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, para pimpinan perangkat daerah, camat, 145 kepala desa, serta perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kabupaten Manggarai.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











