Evaluasi program mencatat kepuasan masyarakat mencapai 92,8 poin, dengan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih dari empat kali lipat dibandingkan investasi program.
Keberhasilan di Manggarai kini diperluas ke wilayah lain. Program Desa Berdaya hortikultura sudah direplikasi di Desa Nubahaeraka, Kabupaten Lembata (ring 1 PLTP Atadei) dan mulai berjalan di PLTP Mataloko, Kabupaten Ngada.
General Manager PLN UIP Nusra, Rizki Aftarianto, menyebut penghargaan ini sebagai motivasi sekaligus pengingat bahwa transisi energi harus memberi dampak bagi masyarakat.
“Bagi PLN, transisi energi tidak hanya soal mengalirkan listrik bersih. Energi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi warga di sekitar proyek. Program ini lahir dari kebutuhan riil masyarakat, dikembangkan bersama, dan hasilnya bisa dirasakan langsung. Kami akan terus memperluas replikasi program ini di wilayah kerja PLN,” ujar Rizki.
Kini, kelompok tani binaan telah menghasilkan panen yang bernilai jutaan rupiah, bahkan beberapa sudah memiliki pelanggan tetap. Dengan begitu, desa-desa di sekitar kawasan panas bumi bukan hanya menjadi bagian dari transisi energi, tetapi juga tumbuh menjadi desa mandiri yang kuat dalam pangan dan ekonomi.
Program ini sekaligus mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari pengentasan kemiskinan, pemenuhan gizi, penyediaan air bersih, hingga penguatan kemitraan dan kelembagaan desa.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan