Bupati Manggarai Cek Langsung Titik Rawan Banjir di Jembatan Wae Laja Ruas Nanga Ramut–Dintor

Salah seorang warga Desa Ceka Luju, Misel, yang ditemui di lokasi peninjauan mengungkapkan bahwa kondisi ruas jalan di sekitar Jembatan Wae Laja menjadi sangat memprihatinkan setiap kali musim hujan tiba.

Menurutnya, banjir yang terjadi sering membuat kendaraan tidak dapat melintas, terutama kendaraan roda dua. Sementara kendaraan roda empat yang tetap memaksakan diri untuk menyeberang sering kali harus mendapat bantuan dari warga setempat.

“Kalau musim hujan, kondisi di sini sangat parah. Sepeda motor biasanya tidak bisa lewat. Mobil yang nekat melintas sering harus dibantu bahkan didorong oleh warga karena arus air cukup deras dan kondisi jalan rusak,” ujar Misel.

Ia menjelaskan bahwa banjir yang terjadi sebenarnya merupakan luapan sungai akibat jebolnya tanggul. Selain itu, tumpukan material berupa pasir dan batu-batu berukuran besar di alur sungai telah menyebabkan perubahan jalur aliran air.

“Banjir ini sebenarnya karena tanggul jebol. Ditambah lagi ada banyak timbunan pasir dan batu-batu besar di alur sungai sehingga air berubah arah. Akibatnya, aliran sungai sekarang mengarah ke lahan warga,” katanya.

Misel mengaku khawatir perubahan jalur sungai tersebut akan terus menggerus lahan pertanian miliknya. Jika tidak segera ditangani, kebun yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya terancam hilang akibat abrasi dan terjangan banjir.

Karena itu, ia berharap pemerintah dapat segera melakukan penanganan terhadap tanggul yang rusak serta normalisasi aliran sungai agar banjir tidak lagi mengancam permukiman, lahan pertanian, dan akses transportasi masyarakat di wilayah tersebut.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel