Patut disebutkan juga, kata Bupati Nabit, adanya peningkatan Sarana Sanitasi dan Akses Air Minum Bersih baik yang disediakan oleh Pemerintah Kab. Manggarai maupun oleh PDAM Tirta Komodo. “Karenanya kita patut berterima kasih kepada Pemerintah Pusat untuk Dana Alokasi khusus di berbagai bidang yang memungkinkan percepatan pembangunan. Kita juga berterima kasih kepada Bank Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) yang merealisasikan pinjaman daerah sebesar Rp110.000.000.000,- (seratus sepuluh miliar rupiah) yang kita gunakan tahun ini untuk peningkatan jalan, pembelian alat dan mesin pertanian. Pengadaan berbagai jenis benih dan bibit, dan pembangunan sentra peternakan babi di Kecamatan Cibal.” Ungkap Bupati Nabit.
Atas semua kerja itu, berbagai indikator terus menunjukkan adanya perbaikan meski disadari masih belum optimal.
“Bayi penderita stunting di Kabupaten Manggarai terus menurun dari 21,6% di Tahun 2021 menjadi 14,3% pada Bulan Februari Tahun 2023. Kita berharap bahwa penderita stunting akan berada di bawah 10% pada Tahun 2024 mendatang.”
Sementara itu, beber Bupati Nabit, Tingkat kemiskinan di Kab. Manggarai juga terus menurun, dari 20,34% pada Tahun 2020 menjadi 19,84% pada Tahun 2022. Tingkat Kemiskinan Ekstrim yang menjadi perhatian banyak pihak juga tercatat mengalami penurunan signifikan dari 12,5% pada Tahun 2020 menjadi 6,64% pada Tahun 2022.

Demikian Bupati Nabit, bahwa roda ekonomi juga berputar dengan makin lancar. “Meski tidak setinggi pertumbuhan Provinsi NTT dan nasional, namun ekonomi yang mulai bergerak kembali dikonfirmasi oleh tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 2,2% pada Tahun 2022 setelah bertumbuh -0,89% di Tahun 2020.”
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan