Ruteng, infopertama.com – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Manggarai, Meldyanti Hagur, SP, menyoroti rendahnya gaji guru-guru PAUD di Kabupaten Manggarai. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Bunda PAUD tingkat kabupaten yang berlangsung di Aula Ranaka, Kantor Bupati Manggarai, Sabtu (8/11/2025).
Rakor tersebut dihadiri oleh para camat, sekretaris camat, Bunda PAUD kecamatan, Ketua GOP TKI kecamatan, serta anggota Pokja PAUD dengan mengusung tema Kolaborasi Bunda PAUD Menuju Layanan PAUD Berkualitas.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada standar nasional terkait gaji guru PAUD, sehingga banyak guru hanya menerima upah sangat minim. Bahkan ada yang hanya dibayar Rp200 ribu per bulan.
Namun, para guru tetap bertahan karena kecintaan terhadap anak-anak dan harapan akan perhatian dari pemerintah. “Para guru ini tetap mengabdi, meski dengan gaji kecil. Mereka percaya suatu saat akan ada perhatian dari pemerintah daerah maupun pusat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran pendidikan anak usia dini yang masih sering dianggap remeh. Banyak orang tua belum memahami bahwa masa PAUD adalah periode emas perkembangan anak yang sangat menentukan masa depan mereka.
“Pemahaman masyarakat masih minim soal pentingnya pendidikan PAUD. Padahal, ini fondasi awal karakter dan kemampuan anak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Meldyanti juga menekankan perlunya strategi yang menyeluruh dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD di Kabupaten Manggarai. Ia menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, hingga orang tua dalam mewujudkan layanan PAUD yang holistik, merata dan berdaya saing.
Tidak hanya itu, pengembangan PAUD menurutnya, tidak cukup hanya berfokus pada pendidikan semata, tetapi harus mengadopsi pendekatan Holistik Integratif (HI) yang mencakup aspek kesehatan, gizi, pengasuhan, hingga perlindungan anak.
Dengan pendekatan ini, anak-anak usia dini diharapkan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik maupun mental, dalam lingkungan yang mendukung.
“Peran Bunda PAUD tidak hanya seremonial, tetapi harus mampu menjadi motor penggerak dan fasilitator di wilayah masing-masing untuk memastikan setiap anak usia dini mendapatkan haknya akan layanan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Dalam forum tersebut juga, sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, antara lain peningkatan kompetensi tenaga pendidik PAUD, pemenuhan sarana dan prasarana yang memadai, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga PAUD, dan masyarakat.
Selain itu, optimalisasi peran Gugus Tugas PAUD Holistik Integratif (HI) di tingkat kecamatan dan desa turut menjadi perhatian utama.
Meldyanti berharap rakor ini dapat menyatukan persepsi dan memperkuat komitmen lintas sektor untuk mendorong program prioritas pemerintah daerah di bidang pendidikan anak usia dini. Ia menekankan bahwa tindak lanjut nyata di lapangan menjadi kunci keberhasilan peningkatan mutu layanan PAUD di seluruh wilayah.
Mengakhiri kegiatan, peserta mengikuti sesi diskusi interaktif dan menyusun rencana aksi yang akan diimplementasikan oleh Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.
Dirinya juga menginstruksikan para camat untuk mengeluarkan surat edaran agar setiap lembaga Paud memiliki orang tua sebagai komite sebagai bentuk dukungan aktif dari keluarga terhadap proses pendidikan anak sejak usia dini.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




