Budaya Tengge dan Deng Warisan Leluhur yang terus DILESTARIKAN

Dari judul ini dapat membedah dua hal pokok, tradisi deng oleh perempuan dan tradisi tengge oleh laki-laki.

Namun spesifikasi kajian ini, implementasi inkulturasi budaya tengge dalam Misa Kamis Putih oleh 12 Rasul.

Pertama, Deng

Deng adalah pengenaan kain sarung (towe songke atau lipa songke) oleh Perempuan Manggarai yang menutupi setengah badan ke bawah mulai perut (di atas pusat=eta mai putes) sampai sejajar tumit.

Dan, deng selalu berbarengan dengan baju kebaya yang lengan panjang.

Tengge dan Deng
Laki-Laki Manggarai dengan busana adat Tengge Lipa Songke yang melakoni 12 Rasul dalam Misa Kamis Putih. (Foto:Kompas.com)

Deng untuk kebiasaan sehari-hari pada umumnya oleh perempuan remaja, dewasa dan orang tua. Namun, penggunaannya dapat juga oleh perempuan pada umumnya. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua dalam acara adat, sanggar budaya.

Kedua, Tengge

Tengge adalah pengenaan kain sarung (towe songke atau lipa songke atau towe tokong (kain yang terjual di toko/pasar) oleh laki-laki Manggarai yang menutupi setengah badan ke bawah. Mulai dari Perut/pinggang di atas pusat (eta mai putes) sampai sejajar tumit.

Dan, tengge selalu berbarengan dengan baju kemeja/kaos lengan pendek atau lengan panjang. Penggunaan tengge untuk kebiasaan sehari-hari pada umumnya oleh laki-laki remaja, dewasa sampai orang tua.

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan kami dengan mengikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV