Biarlah Kita Seperti Apanya dengan Apa yang Kita Miliki

Bukan kah……

Memburu mamon sejadinya bisa jerumuskan manusia ke alam berhala? Dan tidak kah Menimbun harta yang terus menggunung membuat manusia terhalang dalam memandang sesamanya? Di situlah sebenarnya benih ketidakpedulian segera bertumbuh subur.

Hal lainnya….?

RENUNGKAN alam nestapa dalam perelasian yang semakin keropos. Kekariban dan cita rasa kekeluargaan segera menguap. Manusia berseteru ‘ade kaka’ pun dalam keluarga besar. Semuanya berkobar membara karena rasa tak adil dan dicurangi seputar harta warisan dan segala peninggalan dari ‘yang dulu-dulu.’

KATA-KATA penegasan Yesus, ingatkan para murid dan semua pendengarNya: Masih ada nilai yang jauh lebih mulia dan terhormat ketimbang ‘miliki harta berlimpahruah.’ Bahwa manusia mesti hidup dari apa yang menjadi haknya, dari usaha – perjuangannya. Iya, dari kerja kerasnya. Di atas semuanya: kumpulkan bagimu harta di surga mesti menjadi kiblat hati dalam perelasian dengan harta dunia.

Maka…

JADILAH sederhana dan apa adanya untuk tiba pada keadaan hati yang ‘merasa cukup, pas, rasa lumayan, rasa ada di titik wajar’ dengan rasa syukur dan terimakasih atas apa yang diusahakan dan diperoleh! Lain-lainya itu adalah ‘hak dan milik sesama.’

ALKITAB punya alarm:

-“Dua hal aku mohon kepadaMu, jangan itu Kautolak sebelum aku mati, yakni: Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkalMu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri dan mencemarkan nama Allahku”
(Amsal 30:7-9

Laman: 1 2 3

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses