BGN Buka Serentak 980 Dapur Gizi di Wilayah 3T dan Daerah Stunting Tinggi, Sasar 1,4 Juta Penerima

Dari total 980 dapur gizi yang diaktivasi, mayoritas berada di pulau Sumatera dengan jumlah 691 SPPG yang tersebar di sepuluh provinsi, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, hingga Lampung. Sementara itu, 289 SPPG sisanya beroperasi di wilayah Kalimantan dan Bali, meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, serta Pulau Bali.

Menariknya, keberadaan dapur SPPG tidak hanya berfokus pada perbaikan gizi dan kesehatan, tetapi juga dirancang sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Pengoperasian dapur gizi ini melibatkan secara aktif para petani, peternak, nelayan, serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pemasok bahan pangan lokal. Pendekatan ini diyakini mampu memperkuat rantai pasok daerah sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.

Guna memastikan keberlanjutan dan kualitas layanan, BGN terus memperkuat koordinasi serta pengawasan ketat bersama para pemangku kepentingan. Pengawasan ini mencakup kepastian kualitas makanan, keamanan pangan, hingga ketepatan sasaran penerima manfaat sesuai standar yang telah ditetapkan.

Peluncuran program strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat dan pemangku kepentingan daerah, di antaranya Bupati Klungkung I Made Satria, perwakilan Polres Klungkung, perwakilan Kodim Klungkung, Kepala KPPG Denpasar Mursina Wahyuningsih Daeng, serta jajaran Staf BGN Pusat Korwil dan SPPI.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel