Berdikari Energi!

infopertama.com – 79 tahun lalu Soekarno-Hatta atas nama Bangsa  Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Tanah pusaka warga Nusantara akhirnya terbebas dari beringasnya penjajahan. Kemerdekaan yang diraih berdarah-darah itu haruslah senantiasa dijadikan sebagai jembatan emas menuju kemakmuran dan kesejahteraan bersama.

Kemakmuran yang menjadi cita luhur bangsa kelak nyata ketika bangsa Indonesia mampu berdikari dalam ekonomi. Berdikari ekonomi adalah kemandirian ekonomi bangsa yang terlepas dari ketergantungan bangsa lain. Berdikari dalam ekonomi menekankan kemandirian di berbagai bidang ekonomi, termasuk di bidang pangan dan energi.

Di bidang pangan Indonesia telah menerapkan sistem ketahanan pangan nasional; walaupun belum efektif. Di bidang energi Indonesia sedang mengupayakan pemanfaatan energi-energi terbarukan (air, udara, matahari dan panas bumi). Kebijakan ketahanan pangan dan kemandirian energi merupakan perwujudnyataan gagasan berdikari dalam ekonomi.

Tentu pula sebagai bentuk kemerdekaan.  Kemerdekaan dalam ekonomi. Artinya dengan ketahanan pangan dan kemandirian energi terutama energi terbarukan, maka bangsa Indonesia terlepas dari ketergantungan pada bangsa lain. Bahkan kalau memungkinkan menjadi sumber pangan dan energi bersih bagi bangsa lain.

Pada sektor energi, gagasan berdikari energi sudah menjadi kebutuhan genting mengingat pemenuhan kebutuhan energi di Indonesia sangat bergantungan pada impor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi impor minyak dan gas bumi (migas) RI selama Januari-Maret 2024 mencapai US$ 9 miliar atau sekitar Rp145,8 triliun. Data ini mencatat terjadi kenaikan sebesar 8,13% dibandingkan periode yang sama pada 2023 yang sebesar US$ 8,33 miliar.

Laman: 1 2 3

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses