Benarkah Menelan Sperma Banyak Manfaat Bagi Tubuh Wanita? Berikut Ulasan dr Haekal Anshari

Jakarta, infopertama.comdr Haekal Anshari memberikan penjelasan tentang resiko jika wanita menelan air sperma.

Ternyata wanita yang menelan air sperma sangat beresiko terserang penyakit, kata dr Haekal Anshari.

Air sperma, jika sudah biasa ditelan maka dikhawatirkan tertular beberapa penyakit berbahaya.

dr Haekal Anshari menyarankan, sebaiknya wanita menghindari menelan air sperma.

Demikian, dr Haekal Anshari mengungkapkan, tidak ada manfaat wanita menelan air sperma sebagaimana dalam tayangan dari YouTube VDVC health, Selasa (20/09/22).

“Enggak bener, jadi mitos. Karena kalau fakta semua laki-laki pasti akan jual sperma,” kata dr. Haekal Anshari.

Sperma memang mengandung nutrisi, ada protein, fruktosa, zinc, vitamin C dan spermine yang merupakan antioksidan.

Namun, tidak serta-merta menelan atau mengoleskan air seperma sebagai masker, lalu memberikan manfaat.

dr Haekal Anshari menjelaskan, karena hal itu butuh penelitian lebih lanjut.

Kemudian kita mesti ingat bahwa sperma bisa menularkan penyakit menurut dr Haekal Anshari.

“Mulai dari hepatitis B, hepatitis C, HIV Aids, herpes, sipilis, go dan sebagainya

dr Haekal Anshari mengaku, ada juga sebagian orang alergi dengan air sperma jika dioleskan ke kulit.

“Jadi musti hati-hati, jadi daripada aneh-aneh tujuannya ingin mendapatkan kulit glowing lakukan pola hidup sehat,” tutur dr Haekal Anshari.

dr Haekal Anshari menjelaskan, ingin kulit sehat utama konsumsi makanan tinggi antioksidan seperti buah-buahan warna merah, kuning dan orange.

“Seperti buah delima, berry, strawberry, anggur. Ini adalah buah-buahan tinggi oksidan,” kata dr Haekal Anshari.

Sehingga, wanita tidak perlu menelan air sperma, sebab solusinya hidup sehat dan gunakan skin care sesuai tipe kulit

“Ingin kulit sehat, jangan merokok, tidak konsumsi alkohol berlebihan, tidur cukup. Dan, bisa mengelola stres dengan baik,” terang dr. Haekal Anshari.

Itulah ulasan wanita menelan air sperma ternyata beresiko tertular penyakit kata dr Haekal Anshari.***