Sementara itu, kepala dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan memastikan pencapaian TKA pada jenjang SMP bukanlah sebuah kebetulan.
Menurutnya, ada rangkaian proses yang sudah dipersiapkan sejak awal. Bapa Bupati sudah mengarahkan kami untuk melakukan tryout sebanyak mungkin. Dalam rentang waktu menjelang pelaksanaan itu, untuk tingkat SMP melaksanakan tryout sebanyak dua kali.
Selain itu, Bupati juga sudah menginstruksikan kepada kami agar program matematika gembira atau Gasing itu dilaksanakan di kabupaten Manggarai.
“Kami pikir bahwa dengan adanya pembelajaran berbasis gasing ini yang sudah dilakukan diseminasi pada semua satuan pendidikan menjadi kekuatan bagi sekolah untuk mempersiapkan anak menjelang berbagai event evaluasi apalagi itu menyangkut TKA.” Ujar Wensislaus yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat.
Selain itu, jelas Wensislaus, dinas pendidikan juga memiliki beberapa program seperti saberkol yang saat ini sudah dilakukan di 299 sekolah di Manggarai.
Kemudian, soal selisih capaian antara SD dan SMP, kadis Pendidikan menjelaskan itu sebagai satu kendala teknis karena SD yang menyebar. Penyebaran SD ini sebagian berada pada yang jaringan internetnya kuat, ada yang lemah bahkan ada yang berada pada titik blank spot atau tanpa jaringan.
Menurut Wensislaus, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap hasil TKA siswa SD, karena kendala yang dialami sekolah saat pelaksanaan TKA sebetulnya pada kendala teknis ini.
Kalau saja keberadaan SD ini sama dengan keberadaan SMP kami meyakini hasilnya pasti kurang lebih sama. Tetapi karena sebagian berada pada blank spot yang hanya dibantu dengan Starlink tentu menjadi hambatan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











