JANGAN MENANGIS YA MAMA
MAMA SAYA PERGI (MENINGGAL)
TIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA
SELAMAT TINGGAL MAMA

Kepala Seksi Humas Polres Ngada Inspektur Dua Benediktus E Pissort lewat sambungan telepon pada Senin (2/2/2026) mengatakan, dugaan sementara, korban bunuh diri. Kendati demikian, polisi masih terus melakukan pendalaman.
Ia juga membenarkan bahwa surat tersebut diduga kuat ditulis oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya.
”Ini berdasarkan hasil pencocokan dengan tulisan korban di beberapa buku tulis. Penyidik menemukan adanya kecocokan,” lanjut Benediktus menukil kompas.
Menurut dia, sejumlah saksi sudah diperiksa. Mereka, antara lain, Kornelis Dopo (59), Gregorius Kodo (35), dan Rofina Bera (34). Para saksi adalah warga setempat di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.
Dalam pemeriksaan itu, Kornelis menuturkan, sekitar pukul 11.00 Wita, ia hendak pergi mengikat kerbau di sekitar pondok milik nenek korban. Di pondok itu, korban dan neneknya tinggal.
Dari jauh, Kornelis melihat korban sudah dalam kondisi tergantung. Ia langsung berlari menuju ke arah jalan sambil berteriak meminta tolong. Warga berdatangan melihat kejadian tersebut dan menelepon polisi.
Sebelumnya, sekitar pukul 08.00 Wita, Gregorius dan Rofina mendapati korban duduk di bale-bale, tempat duduk yang terbuat dari bahan bambu, di luar pondok itu. Mereka sempat berbincang dengan korban. Mereka menanyakan keberadaan nenek korban. Juga alasan korban tidak ke sekolah. Korban tampak murung.
MGT (47), ibu korban yang diminta keterangan secara terpisah, menuturkan, pada malam sebelumnya, korban sempat menginap di rumah bersama ibu. Keesokan paginya, korban dititipkan ke tukang ojek dengan tujuan pondok neneknya, sekitar pukul 06.00 Wita.
Ibu korban sempat memberikan nasihat terakhir kepada korban agar rajin bersekolah. Ibunya menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarga terbatas dan serba kekurangan. Saat ini memperoleh uang memang tidak mudah.
Sementara itu, Lipus Djio (47), warga setempat yang dihubungi secara terpisah, menuturkan, ia mengenal baik korban. Anak Lipus dan korban berteman. ”Mereka biasa main sama-sama. Anak ini periang. Dia juga anak cerdas,” kata Lipus.
Menurut Lipus, kondisi keluarga korban banyak tantangan. Itu yang membuat korban memilih tinggal bersama neneknya di pondok. Ketika kejadian berlangsung, nenek korban yang berusia sekitar 80 tahun itu tengah berada di rumah tetangga.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel



