infopertama.com – Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) telah mengambil langkah-langkah untuk bergabung dalam perang melawan Iran, lapor Wall Street Journal (WSJ), yang berpotensi menandakan peningkatan pertempuran.
Arab Saudi setuju untuk memberikan akses militer Amerika Serikat (AS) ke Pangkalan Udara King Fahd, lapor WSJ, mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Hal ini menandakan sebuah perubahan sikap setelah mengatakan pangkalan-pangkalan mereka tidak dapat digunakan untuk menyerang saingan lamanya.
Surat kabar itu juga mengutip orang-orang yang mengetahui masalah tersebut yang mengatakan bahwa Uni Emirat Arab menutup rumah sakit dan klub milik Iran — yang melemahkan sumber dukungan utama bagi Teheran.
Video-video tampaknya menunjukkan bahwa beberapa rudal yang digunakan dalam serangan terhadap Iran diluncurkan dari Bahrain, kata WSJ.
Militer AS menolak untuk mengatakan apakah mereka mendapatkan bantuan dari negara-negara di kawasan itu, lapor surat kabar tersebut.
Harga minyak mentah sedikit naik setelah laporan WSJ dan indeks saham berjangka AS menghapus kenaikan.
Langkah-langkah yang dilaporkan oleh mitra-mitra Washington di Teluk menunjukkan bahwa mereka makin frustrasi dengan Iran, yang telah menanggapi serangan AS dan Israel dengan menyerang target di beberapa negara tetangga.
Serangan Israel pekan lalu terhadap ladang gas Iran memicu serangan balasan oleh Iran terhadap aset energi di seluruh Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump mengecam Israel, yang kemudian mengatakan bahwa mereka tidak akan lagi menargetkan infrastruktur energi.
Laporan WSJ tersebut menyusul pengumuman Trump pada Senin (23/3/2026) bahwa ia menunda serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama lima hari, setelah apa yang disebutnya sebagai “percakapan produktif” dengan negara tersebut.
Trump belum memberikan detail apa pun tentang peserta dalam pembicaraan atau parameter kesepakatan.
Axios melaporkan pada Senin bahwa Steve Witkoff sedang bernegosiasi dengan Mohammad-Bagher Ghalibaf, ketua parlemen Iran.
Ghalibaf dalam sebuah unggahan di X mengatakan bahwa belum ada negosiasi yang dilakukan dengan AS.
Televisi Pemerintah Iran itu mengatakan AS telah mencoba bernegosiasi dengan Iran melalui perantara dalam beberapa hari terakhir, tetapi pemerintah Teheran belum menanggapi permintaan tersebut.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




