Biarlah Kita Seperti Apanya dengan Apa yang Kita Miliki

(satu perenungan)

“Karena di mana hartamu berada, di situlah hatimu berada”
(Yesus dr Nazaret, Matius 6:21).

P. Kons Beo, SVD

BICARA harta. Ini bukan tema nan tabu dan diharamkan. Kita memang butuhkan harta. Untuk hidup manusia dikuatkan oleh makanan dan minuman. Untuk alam hidup yang layak, manusia butuhkan rumah tempat berteduh.

KITA memang hidup dalam kebutuhan yang layak. Dan untuk hal itu kita memang mesti berusaha dan bekerja. Dari situlah siapapun dapat bertahan hidup. Dan lanjutkan ziarah di kehidupan ini.

Namun…..

PERSOALAN tentu bisa muncul dan menantang. Ini berkenaan dengan ‘isi dan cara berpikir tentang harta. Berpautan pula dengan alam hati yang sekian berkelekatan dengan harta kekayaan itu. Sepertinya tindak ‘memburu harta dan juga apa yang disebut money oriented sudah tak lagi samar terselubung.

AKAR di balik semuanya adalah kecemasan yang menebal di hati. Iya, cemas akan rasa kurang, cemas akan rasa belum cukup, cemas akan rasa masih sedikit. Manusia lalu segera bergerak memburu duit dan menumpuk harta.

M a k a…

TINDAK koruptif segera jadi nyata. Orang mengambil apa yang menjadi hak sesama dan milik publik. Orang bisa mengakali sesama dengan rupa-rupa cara. Semuanya, ujung-ujungnya, hanya demi membunuh ‘rasa cemas akan keadaan serba minus itu.’

JIKA susuri pewartaan Yesus, maka seruan tentang ‘dunia rasa manusia terhadap harta dunia’ menjadi salah satu tema kunci. Karena harta, mata manusia bisa jadi redup untuk memandang Langit dan Bumi. Iya, untuk mengalami Tuhan dan memaklumi keadaan sesamanya.

Laman: 1 2 3

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses