Informasi ini kemudian disimpan di server C2 milik operator malware, yang memungkinkan mereka untuk mengkloning sesi WhatsApp korban di perangkat mereka sendiri.
Kabar baiknya, celah yang dimanfaatkan oleh malware NoVoice sudah diperbaiki antara tahun 2016 dan 2021, sehingga pengguna Android yang rajin memperbarui software di perangkatnya seharusnya aman dari ancaman malware ini.
Selain itu, aplikasi Android berbahaya yang membawa malware NoVoice juga sudah dihapus dari Play Store setelah dilaporkan oleh McAFee. Juru bicara Google mengatakan pengguna yang sudah memperbarui perangkatnya sejak Mei 2021 sudah terlindungi dari ancaman malware NoVoice.
Meski begitu, pengguna Android tetap diimbau untuk memperbarui software untuk menginstal update keamanan terbaru, dan upgrade ke perangkat yang masih menerima dukungan. Usahakan hanya instal aplikasi dari developer yang terpercaya, bahkan di Google Play.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel

Tinggalkan Balasan