“Akhirnya korban menyimpan 1 buah HP merek Oppo sebagai jaminan, setelah itu korban pergi untuk mencari uang. Namun, saat itu korban langsung ke Kantor Polresta Kendari mengadukan kejadian tersebut,” pungkas Fitrayadi.
Korban Malu Video Pengroyokan Oleh Waria Viral
Pria LA yang dikeroyok dua orang waria mengaku malu setelah video dirinya dianiaya viral di media sosial. Dia lalu membuat laporan ke polisi atas penganiayaan yang ia alami.
Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi menjelaskan LA langsung membuat laporan ke kantor polisi usai dikeroyok dan handphone-nya disita waria tersebut. LA melaporkan kedua waria itu atas dugaan penganiayaan.
“Korban langsung ke Kantor Polresta Kendari mengadukan kejadian tersebut,” ujar Fitrayadi, Jumat (20/1).
Setelah itu, polisi membawa korban untuk melakukan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari. Namun, korban kembali mendatangi penyidik dan meminta laporannya tuk hentikan.
“Setelah lakukan visum, korban langsung pergi meninggalkan penyidik dan beberapa saat kemudian datang menemui penyidik dengan mengatakan kepada penyidik agar laporannya tidak usah proses lanjut karena takut aibnya terbongkar dan pelaku telah mengembalikan HP-nya,” jelas Fitrayadi.
Selanjutnya pada, Kamis (19/1), korban kembali menghubungi penyidik dan meminta laporannya proses lagi. Hal tersebut korban lakukan karena malu setelah video pengeroyokan oleh waria viral di media sosial.
“Korban kembali menelepon kepada penyidik meminta agar laporannya proses kembali karena sudah malu sekali dengan adanya video yang beredar tentang penganiayaan yang ia alami,” terang Fitrayadi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan