SMKN 1 Wae Ri’i dan Hardiknas 02 Mei

SMKN 1 Wae Ri'i
Antonius Kandang, Staf Pengajar di SMKN 1 Wae Ri'i (Dokpri)

Ki Hadjar Dewantara dan Pendidikan

Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional Indonesia) menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

Ki Hadjar Dewantara sangat berperan penting dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Ki Hajar Dewantara menentang sistem pendidikan pada zaman penjajahan Belanda. Di mana Sistem pendidikan pada saat itu hanya mengijinkan anak-anak keturunan Belanda. Atau anak-anak orang kaya saja yang bisa masuk dan belajar di sekolah. Sementara anak pribumi yang kelas ekonominya rendah dianggap tidak pantas, sehingga terjadi ketimpangan yang besar.

Pada dasarnya pengertian pendidikan ( UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 ) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Hari Pendidikan 02 Mei

Setiap tahun menjelang tanggal 02 Mei dinas pendidikan menginstruksi setiap sekolah untuk mengadakan lomba siswa dari berbagai mata lomba. Sebenarnya kita perlu bertanya apa sich manfaatnya diadakannya lomba? Mengapa tunggu menjelang tanggal 2 Mei baru semangat untuk buat lomba? Mampukah kita menjadikan diri seperti Ki Hadjar Dewantara untuk anak-anak kita?

Menyambut hari pendidikan Nasional 02 Mei 2022, SMKN 1 WAE RI’I merespon dengan cepat dan penuh semangat instruksi pemerintah dan Dinas pendidikan Propinsi NTT. Dalam mempersiapkan mengikuti lomba antar SMK Sekabupaten Manggarai, SMKN 1 WAE RI’I menyiapkan semua siswa -siswa berdasarkan skill dan bakat mereka masing-masing. Hal itu adalah sebagai ajang pertunjukan kompetensi siswa dan keterbukaan bahwa Siswa-siswi SMKN 1 WAE RI’I bisa dan hebat dalam merespon restorasi pendidikan.

Restorasi Pendidikan SMKN 1 WAE RI’I

Restorasi pendidikan menurut saya sebenarnya tidak bisa berhasil kalau tidak adanya teamwork pimpinan dengan bawahan. Juga guru dengan guru, guru dengan siswa, siswa dengan siswa, keluarga dengan sekolah. Perjuangan pendidikan oleh Ki Hadjar Dewantara diharapkan kepada kita sebagai pendidik dan orang tua untuk mampu menjadikan anak dan siswa-siswi sebagai agent of change.

Memiliki dan Menjadi
Sobe Milikior (Foto: Dokumen Pribadi)

Restorasi pendidikan di SMKN 1 WAE RI’I nampak ketika Siswa-Siswi mampu menunjukan semangat yang adaptif, cerdas, karakter, keceriaan, gotong royong yang mereka tampilkan dalam berbagai kompetisi sebagai perpaduan intelektual, emosional, dan spiritual.

Ada berbagai matalomba yang siswa-siswi ikuti dalam menyongsong hari pendidkan nasional tahun 2022. Seperti, lomba debat bahasa inggris yang mana mereka memperoleh juara ke-4 dari 11 sekolah SMK Sekabupaten Manggarai. Lomba penulisan Karya Tulis Ilmiah memperoleh juara ke-2 dari 16 SMK di Manggarai. Lomba debat bahasa Indonesia, lomba cipta dan baca puisi. Kemudian lomba paduan suara dan lomba solo vocal putra putri masing-masing juara 2 dan 3. Jadi pada tahun 2022 ini, SMKN 1 Wae Ri’i berhasil membawa 4 piala.

Manfaat lomba tersebut adalah untuk meingkatkan semangat perjuangan guru dan siswa dalam membina bakat dan karakter. Oleh karena itu setiap tanggal 02 Mei sebenarnya hanya mau memperingati hari lahir Ki Hadjar Dewantara.

Pertanyaanya, Mengapa harus diperingati?

Alasannya karena dengan perjuangannya beliau pendidikan di Indonesia bisa berkembang sampai sekarang ini. Apa hubungan antar diadakannya lomba dalam memperingati hari pendidikan nasional? Karena untuk menggambarkan proses restorasi pendidikan membutuhkan perjuangan oleh semua orang. Tidak memandang status miskin atau kaya, besar atau kecil, tua atau muda, bodoh atau pintar, semangat atau rajin. Semua sama dalam proses penciptaan karya yang memerlukan intelektual, emosional dan spiritualitas.

Tujuan kegiatan

Membangun antusiasme dan motivasi yang tinggi dari para peserta didik untuk berprestasi di bidang debat, cipta, baca dan seni;

Mendorong peserta didik untuk terus memperluas wawasan/pengetahuan umum agar semakin percaya diri dalam bergaul dan berkomunikasi

Membangun kesadaran dan kepedulian peserta didik akan pentingnya toleransi, kerjasama. Dan, perbedaan opini sebagai sikap yang harus tumbuh dalam demokrasi yang sehat;

Mengembangkan kemampuan peserta didik dalam menyampaikan pendapat, sekaligus berlatih menjadi pendengar yang baik dengan lawan bicara;

Melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, analitis, konstruktif dan responsif terhadap isu-isu aktual yang sedang berkembang, baik, regional, nasional maupun internasional;

Mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien, dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris;

Memperkuat karakter peserta didik untuk dapat bersikap sportif, berani, konsisten serta bertanggungjawab atas pendapat dan keputusan menentukan pilihan;

Memotivasi pengelola dan penyelenggara SMK baik negeri maupun swasta untuk dapat menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan yang berorientasi pada produk (barang dan jasa) yang berkualitas dan kompetitif;

Mempromosikan potensi SMK kepada masyarakat sebagai pendidikan formal yang sekaligus mampu memberikan pelayanan jasa maupun produk barang.
Menjaring dunia usaha/industri untuk dapat berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada SMK.

Pesan Pesta Pendidikan 02 Mei 2022

Menurut kamus Bahasa Indonesia Kata pendidikan berasal dari kata ‘didik’ dan mendapat imbuhan ‘pe’ dan akhiran ‘an’, maka kata ini mempunyai arti proses atau cara atau perbuatan mendidik. Secara bahasa definisi pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusiamelalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Menurut UU No. 20 tahun 2003 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

Dari beberapa pengertian pendidikan menurut ahli tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Pendidikan adalah Bimbingan atau pertolongan yang diberikan oleh orang dewasa kepada perkembangan anak untuk mencapai kedewasaannya dengan tujuan agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri tidak dengan bantuan orang lain.

Selamat Hari Pendidikan Nasional****

Oleh: Antonius Kandang dan Sobe Milikior*

*Penulis adalah staf pendidik dan pengajar pada lembaga pendidikan SMKN 1 WAE RI’I, Manggarai Provinsi NTT

Dapatkan update breaking news dan berita pilihan kami dengan mengikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV