Belum Tersentuh Bantuan
Kini, kondisi Rafael aman-aman saja. Hal asing bagi mereka dan warga Bere adalah ketika menyaksikan bayi mungil Rafael mengeluarkan feses lewat stoma di perutnya.
Setiap kali Rafael hendak beol, air mata basahi pipi Wilhelmina. Ia sangat berharap, Rafael bisa seperti anak-anak lainnya, memiliki lubang anus normal.
Ayah Rafael, Melkior juga menginginkan anaknya tumbuh normal. Ia sangat berharap Muzizat Tuhan ada pada keluarga mereka. Lewat tangan para Medis dan orang-orang baik.
“Dokter di RS memang sarankan tuk rujuk ke Bali. Tapi kami ini hanya keluarga sederhana. Buat pemenuhan kebutuhan harian saja kami masih kesusahan. Anak kami ini memang ada BPJS pak, tapi tidak cukup dengan itu kalau ke Bali. Biaya selama di Bali nanti yang selalu kami pikirkan,” beber Melkior sambil sesekali mengusap air mata di pipi.
Kelurga Melkior hingga kini belum pernah tersentuh bantuan apa pun dari pemerintah.
“Bantuan dari pemerentah kami belum dapat, baik dari desa juga yang dari kabupaten. Kami sangat butuh itu sekarang, terutama karena kondisi kesehatan anak kami ini,” cetus Melkior menundukan kepalanya menahan rasa sedih.
Bagi orang-orang baik yang ingin membantu keluarga Rafael Tunti bisa via contac person Mili Tunti (Ayah Rafael) +6281 238 194 270 (telkomsel).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel