Ia mengaku, orang tua dan keluarga telah menyerahkan penempatan dirinya ke Keuskupan pasca ditahbis pada Oktober 2023 lalu.
“Orang tua memang agak keberatan, tapi semua keputusan soal keberadaan saya diserahkan ke Keuskupan. Dan, saya siap ditugaskan di mana saja termasuk diutus mengikuti seleksi Polri untuk sekolah perwira,” ujar dia.
Ia pun tekun mengikuti seluruh tahapan seleksi hingga dikirim mengikuti seleksi di tingkat pusat. Dan, dinyatakan diterima mengikuti pendidikan selama enam bulan ke depan.
Oktovianus lahir di Pagal, Kabupaten Manggarai pada 8 Oktober 1995. Ia menyelesaikan sekolah dasar di SDK Tentang 2, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat dan melanjutkan pendidikan menengah di SMP Kemasyarakatan Ndoso atau populer dengan SMP Tentang.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMAK St. Ignatius Loyola Labuan Bajo, Manggarai Barat dan kemudian masuk ke Sekolah Tinggi Filsafat Katolik Ledalero, Maumere.
Oktovianus menjalani Tahun Orientasi Pastoral di Seminari Menengah St. Yohanes Paulus 2 Labuan Bajo, Manggarai Barat. Ia juga menjadi pastor rekan di Paroki Sta. Familia Wae Nakeng Lembor, Manggarai Barat.
Ia merupakan putra kelima dari pasangan Ranta Ambrosius dan Anastia Juita. Tiga kakaknya merupakan perempuan dan satu orang pria.
Karo SDM Polda NTT, Kombes Pol Satrya Yusada menyambut baik kelulusan Pastor pengiriman Panda Polda NTT.
Ia berharap, Oktovianus dapat menyesuaikan diri di lembaga pendidikan dan mengikuti proses pendidikan dan latihan di Akpol Lemdiklat Polri hingga enam bulan ke depan. Dan, bisa menjadi perwira Polri yang menjalankan tugas dan fungsi sesuai aturan yang ada.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











