Dukungan tersebut turut diperkuat dengan pengiriman 16 personel gabungan yang berasal dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta PMI Jawa Tengah.
Para personel tersebut dibagi dalam tiga fungsi utama, yakni Urban Search and Rescue (SAR), logistik, dan kesehatan, untuk mendukung penanganan darurat serta distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.
Dalam misi kemanusiaan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengerahkan 10 kendaraan, terdiri atas enam truk, dua mobil double cabin, dan dua sepeda motor.
Rombongan menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat dan laut dari Semarang menuju Tanjung Perak, Lembar, Kayangan, Poto Tano, Sape, Labuan Bajo, Nagekeo, hingga Ende.
Bantuan tersebut dihimpun dari berbagai unsur, antara lain organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Temanggung, BPBD Kabupaten Banjarnegara, Baznas Jawa Tengah, PMI Jawa Tengah, Pramuka Kwarda Jawa Tengah, Yayasan Telogorejo, Phapros, serta sejumlah BUMD Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah saat melepas rombongan menegaskan bahwa bantuan tersebut harus dipastikan tepat sasaran dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. Ia juga meminta para personel menjaga keselamatan selama perjalanan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Jaga marwah Jawa Tengah. Ini adalah kegiatan kemanusiaan. Berikan yang terbaik, bahwa Jawa Tengah sangat peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan,” tegas Gubernur Jawa Tengah.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











