Religi  

Renungan Katolik, Panggilan: Mendengarkan Suara Gembala

Mendengarkan Suara Gembala

Minggu, 08 MEI 2022
Hari Minggu Paskah IV
Hari Doa Panggilan Sedunia Ke-59
Kis 13:14.43-52; Why 7:9.14b-17 & Yoh 10:27-30
[Thn. VI-SS/128/5/2022]
Pastor Riano Tagung, Pr

Pada suatu hari Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku; Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku. Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka, dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.”

Panggilan: Mendengarkan Suara Gembala

Mendengar dan mengikuti suara Kristus sang gembala yang baik, berarti membiarkan diri kita tertarik dan dituntun olehNya dalam pengabdian kepadaNya. Paus Fransiskus

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,
Hari ini kita merayakan Hari Minggu Paskah IV. Bersamaan dengan itu, Gereja Semesta merayakan hari minggu ini sebagai hari doa bagi panggilan sedunia ke-59. Dengan cara ini, kita diingatkan bahwa DOA menjadi sumber kekuatan dalam memohon panggilan. Tanpa doa, panggilan akan terasa hambar dan kehilangan gairah untuk setia mendengarkan suara Sang Gembala dan mengikutiNya dengan penuh kesetiaan dan kesabaran.

Agar dapat mendengarkan suara Sang Gembala Agung, kita harus tetap hidup dalam kasih karunia Allah (Kis 13:43). Dengan cara ini, kita membuka diri sepenuhnya pada kasih Karunia Allah yang akan menuntun kita kepada kepada hidup yang kekal sebagaimana yang telah ditentukan oleh Allah bagi kita. Panggilan untuk mengikuti Yesus adalah sebuah keputusan untuk “Mencuci Jubah dan menjadikannya putih di dalam darah Anak Domba” (Why 7:14). Dengan cara ini kita akan melayani DIA siang dan malam, kita menyerahkan seluruh diri kita untuk melayani Allah. Kita harus berani untuk mencuci jubah, mencuci hidup lama yang penuh dengan kotoran dosa dan kuasa kegelapan agar menjadi suci, menjadi layak untuk melayani ALLAH setiap saat dengan sepenuh hati.

Tanpa keberanian ini, kita akan tetap hidup dalam kuasa kegelapan. Panggilan Allah akan menjadi suram dan pudar. Kita tidak mampu lagi mendengarkan suaraNya. Jika sudah demikian, bagaimana mungkin kita bisa mengikutiNya. SuaraNya saja tidak kita dengar. domba-dombaku mendengarkan suaraku (Yoh 10:27). Jika kita sungguh adalah domba dari satu kawanan Allah maka kita akan mendengarkan suaraNya dan mengikuti suara Sang Gembala.

Mendengarkan Suara Gembala

Ketiadaan gairah untuk mengikuti YESUS terjadi ketika kita belum memberikan telinga kita untuk mendengarkan suaraNYA. Telinga kita masih begitu nikmat mendengarkan suara-suara duniawi yang membawa kita semakin jauh dari suara Sang Gembala yang berujung pada kebinasaan (Bdk Yoh 10:28).

Marilah kita kembali ke dalam diri kita masing-masing, kita harus bisa setia hidup dalam kasih karunia Allah; kita harus berani mencuci jubah, meninggalkan cara hidup yang lama; kita harus bisa mendengarkan suara Allah di sepanjang hidup kita agar kita memperoleh hidup yang kekal. Ingatlah, panggilan adalah saat kita mendengarkan suara Allah yang memanggil dan menanggapinya dengan mengikutiNya. Tidak ada satu orang pun yang tidak mempunyai panggilan, yang ada ialah ketiadaan jawaban dari kita akan panggilan Allah yang memanggil karena kita tidak mendengarkan suaraNya.

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV