Renungan Katolik, Mengikuti Resepsi Perjamuan Tuhan

Maka pergilah para hamba dan mereka mengumpulkan semua orang yang mereka jumpainya di jalan-jalan, orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu. Ketika raja masuk hendak menemui para tamu, ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya, ‘Hai saudara, bagaimana Saudara masuk tanpa berpakaian pesta?’ Tetapi orang itu diam saja. Maka raja lalu berkata kepada para hamba, ‘Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap; di sana akan ada ratap dan kertak gigi.’ Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Mengikuti Resepsi Perjamuan Tuhan

DIA memanggil. DIA mengundang. Sekali, suaraNYA memanggil dan mengundang. Lantas, adakah telinga yang gendangnya bergetar, mendengar suaraNYA? Lembut selembut udara yang tak bisa disentuh. Halus, sehalus kapas yang tak bisa digengang, itu suaraNYA. Hanya HATI yang tinggal dalam damai dan hening yang mampu mendengar suaraNYA dan siap menjawabNYA. Semoga hati itu, milikku dan milikmu.

Sahabat SENDAL SERIBU yang terkasih,

Kita semua dipanggil oleh ALLAH dengan nama kita masing-masing, sesuai dengan cara ALLAH menghendakinya. SuaraNya senantiasa bergema di dalam kalbu kita, menanti dan menunggu jawaban dari kita. Meski DIA berkuasa atas hidup kita, DIA tetap menghargai kehendak bebas kita untuk menjawab undanganNya. Agar, dengan segala kebebasan dan penuh tanggung jawab, kita mengikutiNYA.

YESUS pada hari ini memberikan sebuah perumpamaan tentang perjamuan kawin. Undangan sudah diedarkan. Perjamuan pun sudah siap! Tetapi, apa daya, undangan tidak digubris sama sekali. Semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing.

Laman: 1 2 3

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses