Religi  

Renungan Katolik, Ketika DamaiMu, Kuatkan Hatiku

DamaiMu
ilustrasi (ist)

Senin, 30 Mei 2022
HARI BIASA, PEKAN PASKAH VII
Kis. 19:1-8 ;Mzm. 68:2-3,4-5ac,6-7ab;Yoh. 16:29-33
[Thn. VI-SS/150/5/2022]

Marilah kita berdoa: Ya Yesus ada damai di dalam Engkau. Inginku tinggal di dalam damaiMu senantiasa agar kuat hatiku untuk menapaki setiap langkah dalam hidupku di sela derita, sakit, tangis, dan duka yang membingkai kisah hidupku. Selimuti aku dengan damaiMu agar di tengah penderitaan dan pergumulan yang sedang terjadi hatiku selalu berkanjang dalam Engkau, kini dan selamanya , Amin.

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata bahwa akan tiba saat-Nya bahwa Ia tidak lagi berbicara dengan memakai kiasan. Maka para murid berkata kepada Yesus, “Lihat sekarang Engkau berkata-kata terus terang dan Engkau tidak memakai kiasan. Sekarang kami tahu, bahwa Engkau mengetahui segala sesuatu dan tidak perlu orang bertanya kepada-Mu. Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” Jawab Yesus kepada mereka, “Percayakah kamu sekarang? Lihat, saatnya datang, bahkan sudah datang, bahwa kamu dicerai-beraikan, masing-masing ke tempatnya sendiri dan kamu meninggalkan Aku seorang diri. Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.”

Ketika Damaimu, Kuatkan Hatiku

Hidup ini adalah sebuah Kisah tentang Perjuangan kita yang dalam kegigihan merubuhkan sikap putus asa, yang dalam keberanian menepik sikap mudah menyerah.

Jangan biarkan hidup kita kehilangan gairah untuk berjuang di tengah badai penderitaan. Hidup ini akan selalu menjadi sebuah kisah perjuangan yang harus diselesaikan sampai akhir, sebab dalam hidup ini ada damaimu yang selalu kuatkan hatiku.

Sahabat Sendal Seribu yang terkasih dalam Kristus
Ukirlah kata-kata Yesus ini di dalam loh batu hati kita: Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia. Bukan kekuatan kita yang mengalahkan dunia. Bukan dari kuat kita yang memampukan kita keluar dari masalah, penderitaan dan cobaan. Tapi, dari Dia yang telah mengalahkan dunia. Kita tidak pernah berjuang sendirian, selalu ada Yesus yang berada di samping kita, yang menguatkan hati kita untuk bertahan di tengah situasi derita, sulit yang sedang kita alami saat ini.

Kita hidup bukan untuk mengaku kalah terhadap tantangan dunia ini. Sebaliknya, kita hidup, bergerak dan ada untuk mengalahkan dunia. Sumber kekuatan kita satu-satunya ada di dalam Yesus. Kita harus memercayakan seluruh hidup kita ke dalam penyelenggaraan kasihNya yang mulia, agar Yesus mengisi hati kita dengan kasihNya, untuk menguatkan hati kita senantiasa.

DamaiMu

Jangan biarkan hati kita kalah oleh penderitaan, tantangan dan masalah yang sedang kita hadapi. Jangan biarkan kebencian, dendam, amarah dan cemburu mengambil hati kita yang teguh dan penuh kasih kepada Allah dan sesama, merampas Damai dari dalam hati kita. Mari kita buka hati kita bagi damaiNya, sebab di dalam damaiNya hati kita menjadi teguh. Jangan biarkan hidup kita kehilangan gairah untuk berjuang di tengah badai penderitaan, sebab kita lahir dan hidup bukan untuk menjadi pribadi yang plin-plan, munafik, mudah melarikan diri dari persoalan dan mudah menyerah. Rahmat Allah akan senantiasa melimpah di dalam hidup kita bila kita mau bekerja sama dengan rahmatNya, membuka hati kita untuk diisi oleh damaiNya. Amin.

Salam dan doaku KASIH PUTIH dari HATI yang TULUS MENCINTAI
Berkat dan doaku
Pastor Ryano Tagung, Pr

error: Sorry Bro, Anda Terekam CCTV