Hidup dari Iman
Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Dalam KGK 166 dengan sangat indah dijelaskan bawah iman bukanlah satu perbuatan yang terisolir. Tidak ada seorang pun dapat percaya untuk dirinya sendiri, sebgaimana juga tidak ada seorang yang dapat hidup untuk dirinya sendiri. Tidak ada seorang yang memberikan iman kepada diri sendiri, sebagaimana juga tidak ada seorang yang memberikan kehdupan kepada diri sendiri. Cinta kita kepada Yesus dan kepada sesama mendorong kita supaya berbicara kepada orang lain mengenai iman kita.
Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Persis seperti itulah yang kita lihat dalam kisah seorang hamba Perwira yang telah disembuhkan oleh YESUS dalam bacaan injil pada hari ini. Dalam diri seorang perwira, dia tidak hidup untuk dirinya sendiri. Imannya mendorong dia untuk memberikan cinta, kasih dan perhatian bagi orang lain, bagi hambanya. Memberikan kehidupan, memberikan kehidupan. Dan yang dapat memberikan kehidupan, kesembuhan adalah YESUS. Ketika mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta agar Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
Sahabat SETIA SENDAL SERIBU yang terkasih dalam KRISTUS TUHAN,
Mendengar tentang YESUS membangkitakan iman, harap dan cinta. Maka, tak menunggu lama, Perwira memohon kesembuhan dari YESUS bagi hambanya yang sangat dia hargai.
Akan tetapi, sesuatu yang luar biasa terjadi ketika Yesus tidak jauh lagi dari rumahnya, perwira itu menyuruh beberapa sahabatnya untuk mengatakan kepada Yesus, “Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku merasa tidak layak menerima Tuan dalam rumahku. Sebab itu aku juga merasa tidak pantas datang sendiri mendapatkan Tuan.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






