”Kegiatan ini adalah wadah bagi remaja untuk berkreasi dan belajar, sementara pelatihan kesehatan reproduksi adalah bekal wajib mereka menuju masa depan yang sehat dan terhindar dari risiko. Dukungan dari Puskesmas, WVI, dan keterlibatan guru adalah kunci utama keberhasilan inovasi ini,” ujarnya.
Kepala UPTD Puskesmas La’o, Mikael Eduard Keluman menilai tantangan kesehatan reproduksi remaja perlu ditangani dengan strategi yang sistematis. Ia menekankan pentingnya intervensi sejak dini, terutama bagi pelajar tingkat SMP, melalui kerja sama erat dengan pihak sekolah agar edukasi kesehatan dapat terintegrasi dalam sistem pembelajaran.
“Kegiatan ini adalah wadah bagi remaja untuk berkreasi dan belajar, sementara pelatihan kesehatan reproduksi adalah bekal wajib mereka menuju masa depan yang sehat dan terhindar dari risiko. Dukungan dari Puskesmas, WVI, dan keterlibatan guru adalah kunci utama keberhasilan inovasi ini,” ujarnya.
Eduard menambahkan, kolaborasi dengan pihak sekolah dan berbagai mitra lainnya sangat diharapkan guna menyukseskan inisiatif ini. Ia berharap kolaborasi ini terus berlanjut untuk mencapai kualitas remaja Manggarai yang sehat dan berdaya saing.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefri Haryanto, yang turut hadir membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Puskesmas La’o dan WVI. Ia menilai kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi langkah penting dalam membangun fondasi kesehatan generasi muda demi masa depan daerah yang lebih baik.
”Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan menilai program ini sangat strategis karena menyasar langsung pelajar SMP, yang merupakan fondasi masa depan Manggarai,” kata Jefri.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






