“Hari ini secara resmi kami meluncurkan program Agroforestry Hetero yang diawali dengan pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di wilayah Tantong, Desa Wewo. PLN juga menyediakan alat kerja, pupuk, bibit tanaman, serta satu orang pendamping pertanian yang akan mendampingi masyarakat selama program berjalan,” jelas Roya.
Menurutnya, konsep agroforestry hetero yang diterapkan mengombinasikan tanaman bernilai ekonomi jangka panjang seperti durian, alpukat, dan kopi dengan tanaman pangan jangka pendek seperti jagung dan kacang tanah. Pola ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi masyarakat.
Roya menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi, termasuk dari kelompok perempuan yang terlibat langsung dalam proses pembukaan lahan dan persiapan budidaya.
“Keterlibatan ibu-ibu dalam mendukung program ini sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki semangat yang besar untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Selain mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, program ini juga menjadi bagian dari upaya PLN dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkuat praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di sekitar kawasan pengembangan PLTP Ulumbu.
General Manager PT PLN (Persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto, mengatakan bahwa program Agroforestry Hetero merupakan wujud nyata komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar proyek.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











